suplemenGKI.com

Hidup Sebagai Anak-Anak Terang

Efesus 5:1-6

 

Pengantar
                Di dalam dunia yang gelap, seringkali kita diperhadapkan pada kesempatan-kesempatan yang gelap dan perbuatan-perbuatan yang gelap. Rasanya menjadi aneh kalau orang hidup benar ditengah-tengah orang yang tidak benar. Orang berbuat baik ditengah-tengah orang-orang jahat. Paulus menyadari betul akan keadaan yang demikian karena ia sendiri pernah hidup dalam kegelapan. Oleh sebab itu, Paulus yang sudah dimerdekakan dari kegelapan memberikan nasihat kepada jemaat di Efesus, supaya dapat hidup yang benar.

Pemahaman

Ay 1-2, Apa yang dinasihatkan Paulus untuk jemaat di Efesus?

Ay 3-6, Apa yang dikatakan oleh Paulus tentang hidup dalam kegelapan?

Ay 6, Apa yang harus diwaspadai terhadap orang-orang yang hidup dalam kegelapan?

Paulus menasihati jemaat Efesus untuk menjadi penurut-penurut Allah, untuk menjadi orang-orang yang mentaati perintah-perintah Allah. Hidup di dalam kasih sebagaimana Kristus telah memberikan teladan bagi mereka dengan menyerahkan diriNya bagi kemuliaan Tuhan.

Paulus menyadari betul bahwa rupa-rupa pencemaran dunia ini pasti terus menggoda anak-anak Allah. Maka Paulus menekankan untuk jemaat Efesus hidup dalam kesucian, sehingga mereka menjaga perbuatan dan perkataan tetap kudus di hadapan Allah

Paulus juga mengingatkan dengan keras bahwa orang-orang sundal, orang cemar atau orang serakah termasuk orang yang menyembah berhala,karena tuhan mereka adalah kebejatan moral mereka. Dan orang-orang semacam ini tidak mungkin hidup dan mendapat bagian dalam kerajaan Allah.

Kecenderungan hidup yang hanya memuaskan mata dan telinga saja sering kali menjadi model hidup orang-orang Efesus, maka ada banyak orang-orang yang berusaha menyesatkan jemaat di Efesus dengan mengunakan kata-kata yang indah dan menyenangkan pendengarnya saja. Sesungguhnya kata-kata mereka itu hampa dan orang-orang tersebut adalah orang durhaka, mereka ini menentang ajaran yang benar dan menyebarkan ajaran yang memuaskan telinga pendengarnya.

 

Refleksi
Ambil waktu untuk merenungkan: apakah Anda sudah hidup sebagai anak-anak terang di dunia ini?
Seberapa tahankah anda terhadap godaan dunia?

Tekadku
Ya, Tuhan ampunilah kami kalau kami mudah kompromi dengan dunia melakukan hal-hal yang tidak menyenangkanMu.

Tindakanku
Hari ini saya sadar menjadi anak-anak Tuhan dengan menjaga hidup kudus di hadapan Allah.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*