suplemenGKI.com

KUTERKAGUM

Mazmur 8

 

Pengantar
Labuan Bajo dikenal oleh para wisatawan sebagai surga tersembunyi yang ada di Indonesia bagian timur. Destinasi wisata Labuan Bajo menyimpan keindahan alam yang menakjubkan dan hewan purba yang mendunia. Para wisatawan akan disuguhi pemandangan pantai, keragaman hayati bawah laut, deretan pulau eksotis, serta hewan endemik komodo di Taman Nasional Komodo. Panorama yang ada di depan mata dapat membuat wisatawan terkagum dan takjub. Indahnya alam di Indonesia dan seluruh dunia merupakan karya agung dari Tuhan. Ia menciptakan alam beserta segala isinya dengan kekuatan kuasa-Nya.

Pemahaman

  • Ayat 2-3         : Siapa sajakah yang diajak oleh pemazmur untuk mengakui kedahsyatan Allah?
  • Ayat 4-9         : Apa sajakah wujud kebaikan Allah bagi manusia ciptaan-Nya yang tertulis dalam bagian ini?

Mazmur 8 merupakan nyanyian yang dituliskan oleh Daud untuk dinyanyikan setelah permainan kecapi. Mazmur ini mengajak seluruh orang di bumi untuk mengakui kedahsyatan Allah. Bahkan mulut-mulut bayi-bayi dan anak-anak menyusui pun ikut menyanyikan nyanyian keagungan Allah, artinya semua orang dari berbagai kalangan dan usia, berpartisipasi mengagungkan Allah. Kekuasaan Allah mampu membungkam para musuh dan pengganggu bangsa Israel (ayat 2-3). Daud juga membandingkan manusia dengan langit, bulan, bintang yang besar, yang mana manusia hanyalah makhluk kecil yang tidak berdaya. Tetapi Allah membuat manusia begitu berarti, yaitu diberikan kuasa, hormat, dan kemuliaan (ayat 6). Kambing, domba, lembu, sapi, binatang-binatang di padang, burung-burung, dan ikan-ikan tunduk pada manusia.

Oleh karena perbuatan Allah yang demikian hebatnya kepada manusia, Daud pun kagum dan takjub kepada Tuhan (ayat 10). Daud mengakhiri mazmurnya dengan sebuah kesadaran dan kerendahan hati, yaitu dengan mengembalikan segala kemuliaan dan hormat yang diterima sebagai manusia, kembali kepada Tuhan saja. Secara keseluruhan, melalui Mazmur 8 kita diajak untuk mengagumi karya Allah atas alam semesta. Allah mengindahkan manusia, sekalipun manusia dibentuk dengan debu tanah. Tuhan tetap mengasihi, menghargai, bahkan memberikan hormat dan kemuliaan. Seperti halnya Daud yang mengagumi serta menghargai karya Tuhan, namun juga menyerahkan segala kemuliaan pada Tuhan, maka demikian pula kita menghargai manusia dengan segala keberadaannya.

Refleksi
Karya Allah atas alam semesta membuat kita takjub dan terpesona. Namun, ketika Tuhan menganugerahkan manusia dengan kemuliaan, kuasa, dan hormat, maka manusia tidak dapat bersikap semaunya sendiri atau memegahkan diri. Kita telah dianugerahi hikmat dalam melakukan banyak hal. Oleh karena itu kita juga perlu belajar menghargai orang lain dan mengelola lingkungan sekitar sebagai bagian dari menjaga tatanan kehidupan yang Tuhan percayakan.

Tekadku
Tuhan, terimakasih atas karya-Mu bagi alam semesta. Mampukanlah, agar kami bukan hanya kagum atas karya-Mu, tetapi juga menjaga dan mengelola tatanan kehidupan yang Engkau berikan.

Tindakanku

  • Dalam kaitannya menjaga tatanan kehidupan dengan alam beserta segala isinya, aku akan belajar untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
  • Dalam kaitannya menjaga keselarasan hidup dengan sesama, aku akan belajar menerima dan menghargai orang lain dengan segala keberadaannya.
Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«