suplemenGKI.com

TIADA PENGHALANG UNTUK BERJUMPA TUHAN

Lukas 19:1-4

 

Pengantar
“Aku berdosa, aku tidak layak”. Pernyataan seperti ini pernah diucapkan seseorang saat diberikan  kesempatan untuk melayani Tuhan. Orang itu merasa diri lemah, berdosa dan tidak layak sehingga merasa tidak pantas menyambut kesempatan baik yang diberikan Tuhan. Apakah Anda pernah menjadikan dosa dan kelemahan sebagai alasan untuk tidak menyambut kasih Tuhan? Marilah kita merenungkannya. 

Pemahaman 

  • Ayat 1        : Apa maksud kehadiran Yesus di kota Yerikho?
  • Ayat 2-3     : Mengapa Injil Lukas begitu rinci menggambarkan siapa itu Zakheus?
  • Ayat 4        : Apakah tindakan Zakheus adalah sesuatu yang lazim untuk bertemu Yesus?

Zakheus, adalah orang kaya yang tinggal di Yerikho. Sayangnya dia tidak disukai oleh orang-orang sebangsanya karena dia bekerja sebagai pemungut cukai. Bahkan Injil Lukas menyebutkan dia sebagai kepala pemungut cukai.  Pemungut cukai adalah orang Yahudi yang bekerja pada pemerintah Roma. Oleh karena itu mereka dianggap sebagai pengkhianat oleh orang-orang sebangsanya. Apalagi sudah menjadi rahasia umum bila  pemungut cukai memperkaya diri dengan memeras bangsanya sendiri atau dengan menggelapkan cukai. Oleh karenanya, masyarakat Yahudi memandang pemungut cukai sebagai orang berdosa.

Saat itu Zakheus mendengar berita bahwa Yesus melintas di Yerikho. Dia pun ingin melihat Yesus. Tentu tidak mudah bagi Zakheus untuk berjumpa Yesus yang sedang dikerumuni banyak orang sebab selain orang banyak memberikan label pendosa baginya tapi juga ukuran tubuhnya pendek.  Namun, semua kekurangan itu tak menghalangi langkahnya untuk melihat Yesus. Ia ingin mengenal Yesus.  Keinginannya untuk berjumpa Yesus begitu kuat. Oleh karenanya ia memanjat pohon ara. Tindakan ini adalah tindakan yang tidak lazim dilakukan oleh orang-orang pada masa itu. Zakheus tak mempedulikan kelemahannya. Ia sungguh ingin berjumpa Yesus. Label dosa dan tubuh yang pendek tidak boleh menjadi penghalang. Ia berupaya mencari cara yang tepat agar dapat melihat ( berjumpa) Yesus.

Apakah kita juga memiliki keinginan yang besar untuk melihat ( berjumpa ) Tuhan yang selalu hadir dalam kehidupan sehari-hari? Ataukah sebaliknya, kita menjadikan kelemahan dan dosa sebagai alasan untuk menghindar atau menjauh dari Tuhan?

Refleksi
Dalam keheningan, bayangkanlah perjalanan iman Anda. Manakah yang lebih sering Anda rasakan: merasa penuh keterbatasan dan dosa sehingga tak berani mendekat pada Tuhan ataukah merasakan kerinduan mendalam pada Tuhan dan selalu berupaya menjumpai-Nya?

Tekadku
Tuhan, jangan biarkan kelemahan dan dosa-dosaku menjadi penghalang perjumpaanku dengan-Mu. Mampukanlah aku untuk selalu bersemangat menyambut setiap kesempatan perjumpaan dengan-Mu.

Tindakanku
Aku akan terus berupaya menjumpai Tuhan  dengan bersaat teduh setiap hari. Aku akan memandang wajah Tuhan dengan penuh kerinduan melalui doa, puji-pujian dan perenungan Firman Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«