suplemenGKI.com

Jumat, 1 Mei 2015

30/04/2015

Yohanes 15:1-8

HIDUP BERBUAH

PENGANTAR
Hidup berbuah adalah panggilan yang berlaku bagi semua murid Kristus. Namun, tidak semua orang Kristen mengerjakan panggilan ini dalam kehidupan mereka. Tidak sedikit orang Kristen yang melupakan panggilan ini karena terlalu sibuk memikirkan kebutuhan hidupnya sendiri. Banyak pula yang berhenti berbuah karena merasa telah cukup banyak berbuah.

PEMAHAMAN
Ay. 1-8        Berapa kali kata “berbuah” disebutkan di seluruh perikop ini? (lihat ay. 2, 4, 5, dan 8). Menurut Anda, apa arti dari ungkapan “berbuah” yang digunakan di sini?

Ay. 2            Seberapa banyak kita harus berbuah? (lihat juga ay. 5 dan ay. 8)

Ay. 8            Apa dampaknya apabila hidup kita berbuah?

Dalam perikop bacaan kita hari ini, kata “berbuah” muncul tujuh kali. Ini menunjukkanpentingnya topik berbuah di bagian ini. Bagi murid-murid Kristus, hidup berbuah adalah keharusan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Artinya, setiap murid Kristus harus hidup berbuah (lihat ay. 2, juga ay. 16).

Sebagai sebuah ungkapan yang umum, “berbuah” tidak terlalu sulit dipahami.  Secara umum, ungkapan “berbuah” (menghasilkan buah) berarti memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain. Dalam Alkitab ungkapan ini juga sangat sering digunakan. Dalam Perjanjian Lama kita dapat menemukannya di Mazmur 1:3 (lihat juga Yer. 17:7-8). Dalam Perjanjian Baru, kita dapat melihat pemakaiannya di beberapa tempat, di antaranya: Mat. 3:8, Mat. 7:15-20, Mat. 12:23, Mat. 21:43, dan Yak. 3:17. Dalam Injil Yohanes, ungkapan “berbuah” mempunyai arti yang lebih spesifik, yaitu melakukan perintah-perintah Kristus, khususnya perintah untuk saling mengasihi (Yoh. 15:16-17).

Perikop bacaan kita hari ini mendorong kita agar tidak berhenti berbuah, bahkan berbuah lebih banyak lagi. Mengapa? Jika hidup kita berbuah maka orang-orang di sekitar kita akan ikut memuliakan Allah. Dengan kata lain, tujuan akhir dari hidup yang berbuah bukan hanya kepuasan orang-orang yang menikmati  buah yang kita hasilkan, atau ucapan terima kasih yang mereka berikan kepada kita, melainkan nama Allah yang dipermuliakan.

REFLEKSI
Sebagai seorang murid Kristus, buah terbaik apakah yang pernah Anda hasilkan sejauh ini? Kapankah hal itu terjadi? Masih adakah kerinduan di dalam hati Anda untuk menghasilkan buah yang lebih baik lagi?

TEKADKU
Tuhan, mampukanlah aku berbuah lebih banyak lagi sehingga lebih banyak lagi orang yang memuliakan nama-Mu.

TINDAKANKU
Dalam seminggu ini aku akan melakukan sesuatu kepada seseorang  sehingga orang tersebut memuliakan nama Allah, dan bukan hanya mengucapkan terima kasih kepadaku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»