suplemenGKI.com

Jumat, 1 Maret 2013

28/02/2013

1 Korintus 10:6-13

 

Pelajaran dari Pahitnya Hidup

 

Pengantar
Setelah berbicara tentang umat Allah yang hidupnya berlimpah berkat Tuhan tapi tidak berkenan di hadapan-Nya, kini Paulus berbicara lebih detil lagi tentang dosa yang membuat mereka merasakan pahitnya hidup, yaitu tidak berkenan di hadapan Tuhan. Dengan kata lain, kalau kemarin kita belajar dari “manis”nya hidup, kini kita belajar dari “pahit”nya hidup.

 

Pemahaman
ay. 6 – 10; Ada berapa kali kata “janganlah” muncul dalam bacaan kita hari ini?

ay. 13; apakah yang dimaksud dengan pencobaan? Mengapa rasul Paulus menyebutnya sebagai pencobaan yang biasa?

Segera setelah mengatakan bahwa pengalaman nenek moyang adalah sebagai contoh, rasul Paulus memperingatkan orang Kristen “supaya jangan menginginkan hal-hal yang jahat” (ay. 6). “Jangan” yang pertama ini seakan menjadi akar dari “jangan” yang lainnya. Pengertian jahat di sini adalah segala sesuatu yang berlawanan dengan Allah yang maha baik dan benar itu. Apapun yang kita inginkan, ketika hal itu membuat kita tidak tunduk kepada Allah, maka apa yang kita inginkan itu adalah jahat. Hal ini menghantar pada “jangan” kedua, jangan menjadi penyembah berhala (ay. 7). Meski jangan kedua ini merujuk pada kisah anak lembu emas – karena frasa “Maka duduklah bangsa itu untuk makan dan minum; kemudian bangunlah mereka dan bersukaria” dikutip dari kisah tersebut (Kel. 32:6) – namun secara umum dapat dikatakan bahwa semua yang kita inginkan tapi berada di luar Tuhan, maka hal itu akan menjadi berhala dalam hidup kita. Dengan demikian secara otomatis kita telah melakukan percabulan rohani, sebagaimana yang dimaksudkan dalam “jangan” berikutnya. “Jangan” ketiga ini memang mengacu pada perjinahan fisik bangsa Israel dengan perempuan Moab, sebagaimana dikisahkan dalam kitab Bilangan 25. Namun perjinahan ini adalah strategi Balak, raja Moab, atas saran Bileam untuk menyesatkan bangsa Israel. Tujuannya adalah agar bangsa Israel jatuh ke dalam perjinahan rohani, yaitu turut menyembah dewa-dewi Moab. Bangsa Israel telah mengalami begitu banyak berkat dalam kehidupan mereka. Dalam perjalanannya keluar dari Mesir menuju tanah perjanjian bangsa Israel sudah dipimpin dan disertai Tuhan sedemikian rupa, tapi masih tidak percaya akan kebaikan Tuhan. “Lalu mereka berkata-kata melawan Allah dan Musa: “Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir? Supaya kami mati di padang gurun ini? Sebab di sini tidak ada roti dan tidak ada air, dan akan makanan hambar ini kami telah muak.” (Bil. 21:5). Tindakan inilah yang dimaksud dengan mencobai Tuhan, maksud “jangan” yang keempat. Orang yang demikian ini adalah orang yang tidak pernah puas. Hidupnya akan penuh dengan sungut-sungut, sebagaimana yang dimaksudkan oleh “jangan” yang kelima. Contoh hal ini adalah kisah Korah yang dicatat dalam kitab Bilangan 14:1-5.

Rasul Paulus menegaskan bahwa sebenarnya apa yang dialami bangsa Israel itu adalah pencobaan biasa, yang juga dialami manusia pada umumnya. Tuhan tidak akan membiarkan kita. Ia akan memberi kekuatan serta jalan keluar, asal kita tidak berpaling dari-Nya (ay. 13).

 

Refleksi
Kita juga dapat mengalami pencobaan seperti yang dialami oleh bangsa Israel. Pada waktu menghadapi pencobaan tersebut, marilah kita ingat bahwa Tuhan tidak akan membiarkan kita. Ia akan memberi kekuatan serta jalan keluar, asal kita tidak berpaling dari-Nya. Jadi tidak ada alasan bagi kita untuk menyerah.

 

Tekad
Marilah kita mengambil tekad untuk tetap mempercayai Dia dalam keadaan apapun, sehingga kita dapat memiliki kekuatan untuk menghadapi segala situasi.

 

Tindakan
Salah satu langkah yang dapat kita ambil untuk terus memperkokoh kepercayaan kita kepada Tuhan adalah menghafalkan 1 Korintus 10:13.

=====================================================================================

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«