suplemenGKI.com

Jumat, 1 Juli 2016

30/06/2016

Menjadi ciptaan baru itulah yang berarti!

Galatia 6:11-16

Pengantar

Sunat dalam Alkitab adalah tanda perjanjian Allah dengan orang Israel kuno sebagai umat-Nya yang khusus, yang mendapat hak istimewa dari Tuhan. Awalnya hal itu sangat penting untuk menandai ketaatan seseorang pada Tuhan. Namun Penulis surat ini rupanya melihat bahwa pelaksanaannya waktu itu tidak seimbang dengan pelaksanaan perintah lain dalam Hukum Taurat.

Pemahaman

Ayat 12-13   : apakah yang dapat kita pahami tentang percaya kepada Kristus dalam kedua ayat ini?

Ayat 15          : mengapa rasul Paulus mengatakan, “bersunat atau tidak bersunat tidak ada artinya,”?

Kristus telah berpesan kepada para pengikut-Nya yang mula-mula untuk memberitakan kepada semua orang supaya bertobat dan hidup dengan cara yang Tuhan kehendaki, seperti yang sudah Dia lakukan. Seringkali orang berusaha keras mengajak dan meyakinkan orang lain agar mau “percaya kepada Kristus dan menerima-Nya sebagai Juruselamat”. Ketika orang itu mau, si pengajak bangga, merasa berhasil, dan berhenti di situ. Selanjutnya “terserah” orang itu sendiri bagaimana menjalani hidupnya kemudian sebagai pengikut Kristus, yang penting dia sudah “beragama” Kristen.

Kristus tidak pernah mengajarkan bahwa bertobat hanyalah mengatakan: percaya kepada-Nya dan menerima-Nya sebagai Juruselamat dan selesai. Inti pertobatan yang diajarkan Kristus adalah menjadi manusia sejati, umat Allah yang hidup menuruti Hukum Allah. Kristus mengajarkan bahwa inti Hukum Allah adalah kasih. Sebagaimana Allah mengasihi umat-Nya dengan sukarela dan sungguh-sungguh serta tidak membeda-bedakan, begitu pula yang Dia mau dari umat-Nya. Kristus sudah menunjukkannya lewat hidup-Nya, lewat perkataan dan perbuatan-Nya. Tujuan-Nya adalah agar semua orang hidup dengan damai dalam kebaikan-Nya.

Melawan ajaran orang Yahudi yang menekankan ritual keagamaan, seperti sunat, rasul Paulus menegaskan bahwa yang penting bukanlah bersunat atau tidak, tetapi apakah terjadi perubahan hidup atau tidak. “Menjadi ciptaan baru, itulah yang ada artinya” (ay. 15).

Refleksi

Banyak orang Kristen yang mendangkalkan makna percaya Kristus sebatas pengakuan semata. Sebagian lagi menambahi pengakuan dengan menjalankan ritual keagamaan. Namun ternyata yang penting bukanlah mengaku beragama Kristen, tetapi apakah sikap hidup kita benar Kristen, mencerminkan cara Kristus, cara hidup yang menuruti Hukum Allah, yaitu berdasarkan kasih sayang.

Tekad

Lebih mawas diri agar bisa benar-benar mengerjakan Hukum Kasih Allah.

Tindakan

Lebih lagi bersikap ramah dengan bijak terhadap orang sekitar.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»