suplemenGKI.com

Anugerah Allah Adalah Landasan Hidup Berpengharapan

Efesus 1:3-14

 

Pengantar

Selamat menjalani tahun 2021. Tentu kita berharap memperoleh anugerah Allah sehingga setiap langkah kita di tahun 2021 ini dapat berjalan dengan baik. Namun apakah kita pernah merenungkan pengertian anugerah Allah itu? Di hari pertama tahun 2021 ini, mari kita melakukan perenungan tersebut agar kita juga lebih paham saat memohon anugerah Allah melalui doa-doa kita.

Pemahaman

- Apakah anugerah Allah yang paling besar di dalam kehidupan Saudara? Mengapa demikian?

- Apakah anugerah yang Allah berikan di dalam ayat-ayat perenungan kita hari ini?

Paulus mengawali suratnya kepada Jemaat di Efesus ini dengan ucapan syukur yang berbeda dengan ucapan syukur orang jaman sekarang pada umumnya. Bila kita pada umumnya mengucap syukur karena sehat, memiliki perekonomian yang mapan, usaha berkembang, dan hidup tanpa masalah yang berarti, tidak demikian halnya dengan Paulus. Ucapan syukur Paulus lebih dilandaskan pada hal-hal yang sangat esensi, yaitu berkat rohani. Yang dimaksud dengan berkat rohani itu adalah Allah telah memilih kita (ay. 4), lalu menentukan kita untuk ditebus menjadi anak-Nya (ay. 5-7), serta dimeteraikan sebagai milik Allah (ay. 13).

Sebagian orang memisahkan berkat rohani dengan berkat jasmani, bahkan sebagian lagi meremehkan berkat rohani. Sebuah contoh sikap ini adalah pernyataan, “Berkat rohani khan tidak bisa digunakan untuk mengembangkan usaha, dan lain-lain.” Sesungguhnya pemisahan semacam ini tidak boleh terjadi. Keduanya harus dilihat sebagai satu kesatuan yang saling terkait sehingga tidak terjadi pemisahan kehidupan rohani dan kehidupan jasmani. Dengan kata lain, kalau usaha kita dapat berkembang, tetapi hal itu diperoleh dengan cara menindas, memanipulasi, bahkan menipu sesama, hal itu bukanlah sesuatu yang patut disyukuri. Sebab Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Sekali lagi, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Ini bukan perkara mudah, tapi kesadaran ini harus senantiasa ada dalam benak kita. Itulah anugerah terbesar. Amat disayangkan bila ada orang kristen yang meyakini diri sebagai umat pilihan, tapi tidak mempedulikan bahwa maksud pemilihan itu adalah supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Hanya menggaungkan diri sebagai orang yang paling disayang Tuhan sehingga harus memiliki kehidupan yang lebih superior. Misalnya, orang lain boleh tertimpa kemalangan, entah kesehatan atau ekonomi yang memburuk, namun anak Tuhan lebih diberkati. Tidak mau memahami bahwa kasih sayang Tuhan itu agar kita menjadi anak yang berkenan di hadapan-Nya, yang hidup kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.

Refleksi :

Dalam melangkahkan kaki menapaki tahun 2021 ini, mari kita mengingat kembali bahwa menjadi umat pilihan Allah adalah suatu anugerah terbesar. Dan anugerah itu diberikan agar kita hidup kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Adakah hal ini menjadi agenda kita di tahun 2021 ini?

Tekadku:

Doa: Tuhan, tolong saya untuk mensyukuri anugerah-Mu yang menjadikan saya sebagai umat pilihan dengan menjalani hidup kudus dan tak bercacat di hadapan-Mu, amin.

Tindakanku:

Saya akan menghafalkan Efesus 1:4, “Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«