suplemenGKI.com

Lukas 4:16-21

YESUS DI RUMAH IBADAT

PENGANTAR
Pelayanan gerejawi yang kita lakukan pada hakekatnya adalah pelayanan rohani. Pelayanan yang kita lakukan seharusnya berdampak positif bagi kerohanian orang-orang yang kita layani. Karena itu, kualitas kerohanian kita sangatlah menentukan kualitas pelayanan kita.

Perikop bacaan kita hari ini menempati peranan yang penting dalam Injil Lukas.  Ada tiga hal penting dalam hal ini: 1) perikop ini menandai dimulainya pelayanan Yesus, 2) perikop ini juga mengungkap hakekat dan karakteristik pelayanan-Nya, dan 3) melalui perikop ini kita juga bisa belajar bagaimana Yesus memelihara kerohanian-Nya.

PEMAHAMAN

  • Ayat 16.  Mengapa Yesus berada di rumah ibadat pada hari itu? Apa yang Yesus lakukan di sana? Apa yang dapat kita pelajari dari aktifitas Yesus di rumah ibadat?
  • Ayat 17-20.  Menurut Anda, mengapa kitab nabi Yesaya yang dipilih untuk dibacakan?
  • Ayat 21. Apa yang dikatakan Yesus mengenai teks yang dibacakan-Nya itu? apa hubungan antara teks itu dengan pelayanan Yesus?

Lukas menyebutkan bahwa masuk ke rumah ibadat (yaitu rumah ibadat orang Yahudi yang disebut sinagoge) pada hari Sabat adalah kebiasaan Yesus (ay. 16). Yesus rajin datang ke rumah ibadat dan menggunakan peribadatan di sinagoge sebagai salah satu bagian dari pertumbuhan kerohanian-Nya. Di rumah ibadat itu, Yesus bukan hanya bersifat pasif. Hari itu Yesus melayani sebagai pembaca kitab suci (ay. 17) dan kemudian terlibat aktif dalam pengajaran dan diskusi mengenai bagian firman yang dibacakan itu (ay. 21).

Mengapa kitab nabi Yesaya?  Lukas tidak menyebutkan bahwa Yesus yang berinisiatif memilih kitab yang hendak dibaca-Nya. Petugas sinagogelah yang memberikan kitab nabi Yesaya (berbentuk gulungan) kepada Yesus, yang kemudian membukanya dan membacakannya untuk seluruh jemaat. Jadi, sangat mungkin mereka memang telah memiliki pola pembacaan yang teratur (semacam leksionari).

Nubuat nabi Yesaya yang dibacakan Yesus pada hari itu ternyata berhubungan erat dengan karya penyelamatan yang akan dikerjakan-Nya. Tentu, ini bukan sebuah kebetulan.  Karena itu Yesus berkata: “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.” (ay. 21).  Yesus bukan hanya berperan sebagai pembaca kitab (lektor), melainkan juga menggenapi  firman Tuhan yang dibacakan-Nya.

REFLEKSI
Kita semua yang terlibat dalam pelayanan wajib memelihara pertumbuhan kerohanian kita. Bagaimana dengan Anda?

TEKADKU
Ya Tuhan, berikanlah kepadaku semangat dan kemampuan untuk mempelajari firman-Mu dan melakukannya dalam kehidupanku sehari-hari.

TINDAKANKU
Dalam kesempatan kebaktian doa atau pemahaman Alkitab yang terdekat, aku akan menceritakan pergumulanku selama ini dalam mempelajari dan melakukan firman Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«