suplemenGKI.com

Jumat, 01 Juni 2018

31/05/2018

PERATURAN ATAU KEMANUSIAAN

Markus 2:23-28

 

Pengantar
                Semua orang senang dengan hal-hal yang berjalan dengan rapi dan teratur, karena keteraturan itu adalah sesuatu yang baik dan sesuatu yang dipikirkan dengan matang. Segala sesuatu yang mau teratur maka dibutuhkan peraturan-peraturan yang menunjang. Peraturan itu dibuat sesungguhnya supaya manusia dapat hidup lebih baik atau lebih teratur, bukan malah menyengsarakan manusianya. Namun banyak orang yang tidak menyadari hal ini sehingga peraturan itu malah menjerat manusia sendiri.

Pemahaman
Ay 23, apa yang terjadi pada murid-murid Yesus di hari Sabat?
Ay 24, Siapa yang dikritik oleh orang-orang Farisi? Apa yang dikeluhkan oleh mereka?
Ay 25-26, Apa yang Yesus katakan kepada orang-orang Farisi?
Ay 27-28, Apa yang Yesus katakan berkaitan dengan hari Sabat?

Murid-murid Yesus pada hari Sabat itu berjalan di ladang gandum dan memetik bulir gandum. Hal ini diketahui oleh orang-orang Farisi dan mereka marah atas sikap murid-murid Yesus yang tidak menghormati hari Sabat. Mengapa murid-murid Yesus memetik bulir gandum? Kemungkinan besar mereka lapar dan ingin makan, hari itu hari sabat. Menurut kitab Ulangan 23:25 mereka boleh memetik bulir gandum namun mereka tidak diperboleh kalau menyabit bulir gandum tersebut. Namun yang dipersoalkan oleh orang-orang Farisi adalah hari dimana mereka memetik adalah hari Sabat.

Yesus menceritakan pengalaman Daud yang meminta roti kepada Abyatar, untuk memberikan makan kepada prajuritnya yang sedang kelaparan. Abyatar tidak mempunyai persediaan yang cukup untuk memberi makan prajurit-prajurit Daud, kecuali roti sajian yang dikhususkan untuk imam. Namun Abyatar, akhirnya memberikan roti itu kepada Daud untuk dimakan bersama dengan prajurit-prajuritnya, karena mereka kelaparan.

Yesus mengingatkan orang-orang Farisi bahwa hari Sabat itu ada untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat. Sabat diadakan supaya manusia menjadi lebih baik dengan mendekatkan diri kepada Tuhan, sabat diadakan supaya manusia lebih manusiawi bukan menjadikan hari Sabat untuk menghakimi manusia dan bahkan bertindak tidak manusiawi.

Refleksi
Untuk direnungkan: Seberapa taatnya saudara kepada peraturan yang ada sehingga saudara tidak menjadi manusiawi lagi, bahkan ingin menghukum orang lain dengan peraturan yang ada?

Tekadku
Ya, Tuhan, sering kali kami bangga dengan peraturan-peraturan yang kami buat bersama-sama, bahkan kami menggunakan peraturan-peraturan itu untuk menghakimi sesama kami, kami lebih senang menegakkan peraturan ketimbang menolong sesama manusia.

Tindakanku
Berani mengevaluasi perjalanan hidup ini, dengan bertanya berapa banyak orang-orang yang sudah saya tolong dengan tangan saya sendiri?

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«