suplemenGKI.com

Yesaya 55 : 10-13.

Firman Allah yang hidup.

Gereja-gereja Reformasi mengakui tiga bentuk dari Firman Tuhan. Yang pertama adalah Firman hidup yang menunjuk kepada Diri Kristus. Kedua, Firman tertulis yaitu Alkitab. Dan ketiga adalah Firman yang diberitakan, yaitu menunjuk kepada pemberitaan Firman atau kotbah. Kristus selaku Firman hidup memiliki otoritas Illahi yang mutlak, kekal dan pusat seluruh kebenaran kepadaNyalah umat percaya menyandarkan hidup dan memuliakanNya. Alkitab adalah Firman Tuhan, karena Alkitab menyaksikan Kristus. Alkitab bertujuan membawa umat manusia kepada pengenalan dan iman kepada Kristus. Dan kesaksian Alkitab tentang Kristus inilah yang diberitakan dalam kotbah.

Pertanyaan penuntun.

  1. Apa hakekat Firman Tuhan yang anda pahami dalam teks kita ? ( ayat 10-11).
  2. Pemberitaan Firman Tuhan digambarkan seperti apa ? ( ayat 10-11)
  3. Bagaimana dampak dari pemberitaan Firman Tuhan dalam kehidupan manusia ? ( ayat 12-13)

Renungan.

Hakikat Firman Allah bukanlah sekedar suatu kumpulan hukum, perintah atau ketentuan Allah tetapi Sang Firman Allah tidak bisa dipisahkan dengan hakikat Allah itu sendiri atau sebagai satu-kesatuan dengan Allah. karena itu Firman Allah mencerminkan pikiran, hikmat dan kehendak Allah. Tindakan Allah menyatakan FirmanNya berarti menyatakan maksud, kehendak, rencana dan kebijaksanaanNya.

Nabi Yesaya menggambarkan Firman Tuhan yang diberitakan adalah seperti hujan dan salju yang turun dari langit dan tidak kembali kesitu, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada yang mau makan. ( ayat 10 ). Berita nabi Yesaya ini sangat menarik perhatian kita, bahwa Firman Allah dapat memberi  kehidupan kepada manusia. Bahwa sesungguhnya hidup manusia tidak bisa lepas dari Allah, manusia sepenuh-penuhnya bergantung kepada Allah,  disadari atau tidak semua umat manusia di muka bumi ini hidupnya bergantung kepada Allah, karena Allah adalah sumber kehidupan ( Sang Firman yang hidup ).  Oleh sebab itu setiap orang percaya seluruh hidupnya harus bergantung kepada Sang Firman yang hidup, agar hidupnya dipimpin dan terarah untuk melakukan  kehendak Allah. meskipun demikian harus disadari bahwa kehidupan yang melakukan kehendak Allah tidaklah mudah, untuk hal itu diperlukan penyerahan total kepada Allah, sehingga orang Kristen akan semakin dapat menyelami dan memahami Firman Allah dalam kehidupan sehari-hari. Belum cukup sampai disitu karena kehidupan orang percaya yang benar-benar memegang Firman Allah harus berdampak kepada orang-orang disekitarnya. Sebagaimana dikatakan oleh nabi Yesaya bahwa Firman KU yang keluar dari mulut Ku tidak akan kembali dengan sia-sia ( ayat 11 ),….kamu akan berangkat dengan sukacita,….dihantarkan dengan damai, gunung-gunung dan bukit-bukit akan bergembira dan bersorak-sorai dan seterusnya (ayat 12-13). Ayat-ayat ini membicarakan pengaruh atau dampak dari pemberitaan Firman Tuhan bagi orang-orang disekitar kita. Bahwa dampak dari pemberitaan Firman Allah akan tercipta sukacita, kegembiraan, damai sejahtera bagi orang-orang yang ada disekitar kita. Lalu bagaimana caranya agar Firman Allah itu bisa berdampak bagi orang lain ? caranya adalah dengan kesaksian melalui kehidupan kita, tutur kata kita, sikap kita, perilaku kita yang sesuai dengan kebenaran Firman Allah. itulah yang akan berdampak kepada orang lain.

Bagaimana dengan saudara ? apakah Firman Allah sudah kita hidupi dalam kehidupan sehari-hari ? apakah kehidupan kita sudah berdampak bagi orang lain ? kiranya Allah Roh Kudus memampukan kita hidup sesuai dengan kehendakNya. Amin.

 “Sang Firman yang hidup akan nyata dalam hidup orang yang percaya dan bergantung kepadaNya”.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«