suplemenGKI.com

Ibrani 9:24-28.

 

Keistimewaan Kristus Sebagai Imam Besar Yang Sempurna

Pengantar:
Setiap dari kita ingin segala sesuatu itu istimewa. Sebagai pelajar anda ingin menjadi pelajar yang diistimewakan, sebagai orangtua anda ingin menjadi orangtua yang diistimewakan, sebagai jemaat anda ingin menjadi jemaat yang diistimewakan, sebagai penatua anda ingin menjadi penatua yang diistimewakan dan sebagai pendeta anda ingin menjadi pendeta yang diistimewakan. Namun keistimewaan dan kesempurnaan tidak hadir karena sebuah keinginan kita, keistimewaan dan kesempurnaan akan hadir dalam hidup kita jika kita mengerti Anugerah Tuhan Yesus sebagai Imam Besar Agung dalam hidup kita.

Pemahaman:
Ada tiga kehadiran Kristus sebagai Imam Besar yang istimewa dan sempurna bagi hidup setiap orang yang percaya kepada-Nya:

  1. Pada ayat 25-26, kehadiran Kristus adalah untuk menghapuskan  dosa kita oleh korban darah-Nya sendiri. Ketika ia hadir di bukit Golgota untuk mati menggantikan kita demi menghapus dosa-dosa kita, itu merupakan persembahan korban yang adalah diri-Nya sendiri, sekali untuk selama-lamanya. Yesus tidak berulang-kali setiap tahun seperti dalam perjanjian lama, imam besar Lewi akan membawa korban hewan dipersembahkan untuk menghapus dosa seseorang. Itu sama sekali tidak efektif. Tetapi Yesus cukup sekali mempersembahkan diri-Nya demi keselamatan setiap orang yang percaya kepada-Nya.
  2. Pada ayat 24, kehadiran Kristus sebagai Imam Besar menghadap Allah di surga untuk suatu pekerjaan kudus demi kepentingan kita umat-Nya, yaitu karena Kristus telah mengorbankan diri-Nya demi menebus dosa kita, maka kini kita telah mempunyai persekutuan yang sempurna dengan Allah, artinya bahwa berkat pengantara Kristus yang telah menjadi Imam Besar kita, kini kita hidup dalam damai dengan Allah. Jadi kita bisa menjadi orang Kristen yang lahir baru dan sungguh-sungguh, itu bukan karena kita hebat, tetapi karena Kristus yang telah memperdamaikan kita dengan Allah.
  3. Pada ayat 27-28, Yesus hadir kelak pada kedatangan-Nya yang ke dua kali bukan lagi untuk mati berkorban bagi dosa-dosa kita, tetapi untuk menghakimi dan memerintah selama-lamanya. Karena cukup sekali saja Ia berkorban untuk menebus kita dari dosa. Kemudian Ia akan datang untuk membangkitkan orang yang mati di dalam Kristus, sedangkan mereka yang masih hidup yang hidup di dalam Kristus, akan diangkat oleh-Nya ke surga untuk tinggal bersama-sama dengan Dia di surga (1Tes 4:15-17)

Refleksi:
Keistimewaan Kristus sebagai Imam Besar, membuat kita istimewa di mata Tuhan. Kita istimewa bukan karena kehebatan, kekuatan dan kekudusan kita, tetapi hanya karena pengorbanan Kristuslah kita menjadi istimewa di hadapan Tuhan.

Tekad:
Bertahan dalam Kristus, haruslah selalu mewujud dalam iman kita kepada Dia.

Tindakkan:
Senantiasa mengingat pengorbanan Kristus bagi hidup kita, itu akan membuat kita semakin mengasihi Dia, sehingga kita tidak mudah tergoda untuk menjauh dari Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«