suplemenGKI.com

IMAN DAN KESABARAN

Bacaan : Ibrani 11 : 8 – 16

 

PENGANTAR
Kebanyakan dari kita menjalani hidup secara berhati-hati dengan mengutamakan keselamatan. Tetapi untuk hidup sebagai orang beriman diperlukan keberanian untuk bertualang bersama Tuhan. Kadang-kadang orang beriman perlu mengambil jalan menurut suara panggilan Allah tanpa mengetahui apa konsekwensinya. Sama seperti Abraham ia harus berangkat tanpa mengetahui kemana ia harus pergi.

PEMAHAMAN

  1. Mengapa Abraham disebut sebagai Bapa orang beriman ?
  2. Iman seperti apakah yang dimiliki Abraham ? ( ayat 8-16)
  3. Pelajaran apakah yang bisa tarik sebagai teladan dalam kehidupan kita ?

Panggilan Abraham diceritakan secara sederhana dan mempesona dalam Kejadian 12 : 1 – 9. Ketaatan Abraham yang luar biasa dalam merespon panggilan Tuhan itulah yang membuat Abraham menjadi teladan bagi orang percaya dalam hal iman. Sehingga sangat tepat bila julukan yang diberikan kepada Abraham adalah Bapa orang beriman. Dalam bacaan kita paling tidak kita menemukan tiga kebenaran iman yang dapat kita teladani dari Bapa Abraham. Pertama : Iman Abraham adalah iman yang sudah siap untuk berani menghadapi apa saja. Panggilan Allah berarti ia harus meninggalkan rumah, kerabatnya dan pekerjaannya. Ia harus pergi ketempat yang tidak diketahuinya, toh ia pergi juga. Semua itu dilakukan Abraham demi mematuhi perintah Allah. Seandainya hal itu terjadi pada kita maka yang terjadi adalah kita akan diliputi oleh rasa kuatir.

Kedua : Iman Abraham adalah iman yang sabar. Sewaktu ia tiba di tanah yang dijanjikan, ia tidak pernah diijinkan memiliki tanah itu. Ia harus berkelana sebagai orang asing dan penghunikemah. Bagi Abraham janji Allah tidak sepenuhnya menjadi nyata tetapi ia tidak pernah meninggalkan imannya. Ia harus sabar menanti penggenapan janji Allah. Seandainya hal itu adalah kita mungkin kita lari dari panggilan Tuhan.

Ketiga : iman Abraham adalah iman yang melihat jauh melampaui dunia ini. Janji Allah kepada Abraham tidak langsung digenapi saat itu. Sedangkan perjalanan hidup Abraham penuh dengan tantangan dan kesulitan. Namun Abraham tetap percaya kepada Allah bahwa suatu ketika Tuhan pasti akan menggenapinya.

Belajar dari perjalanan iman Abraham yang penuh dengan tantangan dapat mengajar kita sebagai umat percaya, bahwa dalam situasi dan kondisi apapun kita harus tetap beriman kepada Tuhan Yesus. Amin.

REFLEKSI
Marilah kita mengambil saat hening sejenak dan merenungkan : bagaimana perjalanan iman saudara ? apakah saudara tetap beriman kepada Tuhan saat situasi dan kondisi sulit dan tidak berpihak pada saudara ?

TEKADKU
Ya Tuhan mampukanlah saya memiliki iman yang kuat yang terus berpegang pada perintah-perintah Tuhan walaupun dalam perjalanan hidup saya mengalami hal-hal yang sulit.

TINDAKANKU
Dalam menjalani hidup yang sulit ini saya harus berpegang pada Firman Allah, agar saya tetap setia dalam iman.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«