suplemenGKI.com

Roma 10:9-15   

Percaya Tidak Hanya Di Bibir, Tetapi Juga Dalam Hati 

            Kita kenal dengan peribahasa sederhana yang berbunyi “lain di bibir, lain di hati”  arti secara sederhana adalah “Apa yang diucapkan tidak sama dengan apa yang di dalam hatinya” Coba saudara bayangkan bagaimana perasaan anda jika berhadapan dengan orang yang demikian! Anda akan jengkel, kecewa dan tidak mau percaya dengan apa yang dikatakan oleh orang tersebut. Tidak ada kebenaran dan kepastian yang bisa diharapkan dari ucapan orang yang demikian. Antara ucapan dan pikirannya tidak sinkron alias tidak cocok. Berbicara mengenai Iman adalah hal yang vital dalam kehidupan orang percaya, karena menyangkut suatu keyakinan yang sifatnya sangat prinsip kepada Tuhan. Maka tidak bisa jika antara pengakuan di mulut dengan penghayatan di hati terjadi perbedaan. Untuk itu ada baiknya kita renungkan baik-baik pernyataan Paulus dalam bacaan hari ini. 

Pertanyaan-Pertanyaan Penuntun:

  1. Apa penekanan Paulus tentang beriman kepada Kristus dalam ay. 9-10?
  2. Apakah makna pernyataan Paulus yang mengeneralisasikan Allah bagi semua orang?
  3. Amanat apa yang terkadung dalam pertanyaan retoris di ayat 14-15? 

Renungan:

            Bagi Paulus, beriman kepada Tuhan Yesus Kristus tidak cukup hanya berhenti pada sebatas pengakuan di mulut saja, tetapi diikuti dengan sikap hati yang benar-benar beriman dan percaya bahwa Allah membangkitkan Kristus dari antara orang mati bagi keselamatannya adalah tonggak Iman yang prinsipil. Antara hati dan mulut ada satu kesatuan yang utuh. Hal itu menandakan bahwa beriman merupakan penyerahan yang totalitas seluruh hidup dari yang kelihatan sampai yang tidak kelihatan seutuhnya mengakui, menerima dan menyerahkan diri pada Kristus. Di situlah terdapat kebenaran yang menyelamatkan (10:10)

            Kebenaran yang menyelamatkan dari Kristus itu dianugerahkan kepada setiap orang yang memiliki konsep penyerahan atau beriman secara totalitas tanpa membedakan jenis manusia (Lih. 12-13) Jika mereka dengan sadar dan totalitas berseru (baca: beriman) kepada Kristus maka mereka juga mengalami anugerah keselamatan Kristus. Beriman kepada Kristus itu adalah panggilan bagi siapa saja yang mau meresponi Kristus sebagai Tuhan dan juruselamatnya.

Paulus menjelaskan bahwa bagaimana seseorang dapat berseru kepada Tuhan agar diselamatkan, kalau kenyataannya mereka tidak percaya kepada Tuhan, dan bagaimana mungkin mereka akan percaya kalau mereka mendengar saja tidak tentang Tuhan Yesus, dan bagaimana mereka bisa mendengar tentang Kristus jika tidak ada yang menceritakan kepada mereka? Untuk itulah maka semua orang yang telah mengalami anugerah keselamatan di dalam Kristus dipanggil agar dengan sukacita memberitakan keselamatan dari Kristus itu kepada mereka yang belum percaya. Supaya mereka menjadi beriman/percaya kepada Kristus dan diselamatkan. Dan pada gilirannya merekapun akan menjadi pemberita-pemberita kabar keselamatan dari Kristus kepada orang lain. Itulah juga yang menjadi panggilan bagi kita semua. Sekaranglah waktunya bagi kita untuk mengambil bagian untuk memberitakan keselamatan dari Kristus bagi orang yang belum percaya. Dengan demikian kita tidak hanya percaya di mulut tetapi juga menghati dalam hati, yang kemudian terekspresi lewat kesaksian hidup kita. sudahkah kita melakukannya? Amin.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«