suplemenGKI.com

Wahyu 21:1-6

Pemulihan Kini Telah Tiba

Wahyu 21:1-6 ini merupakan bagian dari kitab Wahyu (pasal 21-22) yang menggambarkan keadaan yang baru di bumi yang telah diperbaharui pada saat kedatangan Kristus yang ke dua kali. Keberadaan langit dan bumi yang baru sepenuhnya karya Allah (21:2) Tetapi kita harus tahu juga bahwa kitab Wahyu adalah juga merupakan sebuah kitab pastoral untuk memberikan kekuatan kepada umat Tuhan di saat mengalami penderitaan, entah itu karena penindasan (kontek ini umat Tuhan mengalami penganiayaan oleh pemerintahan Romawi) Kontek kita mungkin karena dosa kita.

Tujuan penulisan kitab Wahyu ini, agar umat Tuhan tetap bertekun, tabah dan setia beriman kepada Kristus, di masa penantian akan kedatangan-Nya yang ke dua kali. Supaya di dalam masa penantian itu, umat Tuhan tetap harus meyakini bahwa Tuhan Yesus pasti akan datang dan terus berkarya secara konkrit untuk mewujudkan iman yang benar kepada Tuhan Yesus kristus yang dinantikan itu.

Pertanyaan-Pertanyaan Penuntun:

  1. Menurut saudara, apa yang ingin dijelaskan melalui penglihatan yang dialami penulis, khususnya memaparkan segala sesuatu yang sangat menakjubkan! (ay 1-3)
  2. Dalam ayat 4-6, kita bisa menangkap janji pengharapan yang akan dinyatakan oleh Tuhan Yesus saat dia datang ke dua kalinya, bagaimana sikap kita selama menanti janji pengharapan itu?

Renungan:

Dalam perikop bacaan kita hari ini ada beberapa hal yang sangat menarik untuk kita perhatikan, dan itu akan menolong kita memahami maksud penglihatan yang dipaparkan itu. Pertama: Yesus yang ditampilkan dalam bagian ini, adalah Yesus yang menang dan dimuliakan. Namun kemenangan-Nya itu bukan lantas menjadikan-Nya jauh dengan umat-Nya. Sesungguhnya kemenangan-Nya itu justru mengkonkritkan kepedulian, kasih dan kedektan-Nya dengan umat-Nya, sebab Dia adalah Allah yang Imanuel, Allah beserta kita (21) Kedua:  Penegasan bahwa Allah tetap mengasihi umat manusia justru di dalam kemenangan-Nya. Oleh sebab itu Allah kembali menegaskan tentang perjanjian-Nya yang pernah diberikan di Sinai: “Mereka yang setia kepada-Nya dan melakukan pengajaran-Nya akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allahnya” Dan wujud konkritnya adalah di dalam kehadiran Tuhan Yesus Kristus yang berelasi dengan manusia/umat-Nya.

Sebagai umat yang menerima janji pengharapan itu, selayaknya kita menjadi murid yang setia dan taat kepada Tuhan. Wujud kesetiaan dan ketaatan itu dinyatakan dalam: Pertama: Kita harus bersukacita menyambut kedatangan-Nya yang ke dua kali kelak, dengan menghidupi kehidupan yang penuh pengharapan, artinya mengisi hidup ini dengan optimisme bukan dengan pesimis. Kedua: Yesus harus menjadi sumber dan tujuan dalam setiap karya kita, Yesus Kristus harus menjadi sumber (awal) kehidupan dan juga tujuan dari kehidupan kita (akhir) lih ayat. 6. Dari awal sampai akhir kehidupan kita, apa yang menjadi kehendak Yesus Kristus itu harus menjadi sumber dan tujuan hidup kita. Ketiga: Jadikan kemenangan Kristus itu sebagai identitas diri kita, artinya: Kreatifitas dan kerelaan kita untuk mengaktualisasikan iman kita kepada Kristus harus terwujud dalam gaya hidup kita yang telah menang, kesetiaan melayani, kataatan pada firman-Nya dan keteladanan hidup.  Hidupi hidup ini dengan menjaga kekudusan dan kesucian, tidak lagi hidup dalam kekalahan karena dosa dan hawa nafsu duniawi. Itulah identitas sejati dalam Kristus.

Pemulihan akan nampak bila kita meyakini bahwa kita telah pulih, dengan jalan menunjukan lewat perubahan hidup dan membawa perubahan bagi orang lain.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»