suplemenGKI.com

Wahyu 21:1-6

 

Kedamaian, Keintiman Terjadi Ketika Kehidupan Diperbaharui

 

Pengantar:     
            Kehidupan adalah sebuah siklus yang terus berputar, berganti dan berubah. Pada setiap putaran, pergantian dan perubahan selalu ada hal baru yang kita rasakan. Semuanya membawa kita pada fase kedewasaan, baik kedewasaan berpikir, kedewasaan bertindak maupun kedewasaan rohani. Sampai kita mengetahui jati diri yang sesungguhnya di dalam Tuhan. J.I. Packer pernah mengungkapkan beberapa pertanyaan dan pernyataan “Apakah saya sebagai seorang Kristen memahami diri saya sendiri? Tahukah saya akan identitas saya sesungguhnya? Takdir saya yang sesungguhnya? Saya adalah anak Allah, Allah ialah Bapa saya, Surga adalah rumah saya, setiap hari berarti satu hari lebih dekat surga” Dasar pertanyaan dan pernyataan J.I. Packer adalah: Allah telah mengangkat kita sebagai anak-anak-Nya melalui pengorbanan Kristus, maka sekarang kita hidup dalam identitas yang baru setelah melalui siklus pengampunan menuju hidup baru. Hari ini kita akan memahami bagaimana Allah memperbaharui hidup kita menjadi baru.

Pertanyaan-pertanyaan penuntun:

  1. Apakah yang Tuhan ingin nyatakan melalui penglihatan Yohanes dalam Wahyu 21:1-6 ini?
  2. Bagaimanakah Tuhan melakukan proses pembaharuan bagi umat-Nya?
  3. Siapakah Allah bagi kita yang telah diperbaharui-Nya?

Pemahaman:
            Wahyu 21:1-6 ini merupakan paparan penglihatan Yohanes pasca penglihatan sebelumnya tentang lenyapnya langit dan bumi dari hadapan Allah (Why 20:11-13) Yaitu Dia duduk di atas takhta dengan kitab kehidupan terbuka, Allah menghakimi orang-2 menurut perbuatan mereka. Dan setiap orang yang tidak tertulis dalam kitab kehidupan dilemparkan ke dalam lautan api. Dalam bagian ini memaparkan hal kebalikannya. Yaitu Yohanes ditunjukan langit yang baru dan bumi yang baru, kota yang kudus, Yerusalem baru turun dari Surga bak pengantin perempuan yang berdandan bagi suaminya (Lih. 21:1-2) Dilanjutkan dengan suara yang menyatakan bahwa kemah Allah ada di tengah-2 manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka.

Semua bahasa, ungkapan dan gambaran dalam penglihatan Yohanes itu adalah merupakan kiasan tentang tindakan Allah melakukan pembaharuan bagi orang yang tetap setia, percaya dan beriman kepada-Nya. Bagi orang-orang percaya Tuhan menghadirkan kedamaian, ketenteraman dan keintiman. Baik kedamaian, ketenteraman dan keintiman dengan Tuhan sebagai Bapa dan pemeliharanya maupun terhadap sesama umat percaya lainnya. Keberadaan kemah dan Allah ada di sana menggambarkan terjalinnya relasi antara Allah dengan umat terasa begitu indah dan intim. Segala penderitaan akan dihapus mengesankan bahwa ada damai-sejahtera dalam kehidupan umat-Nya. Allah mendatangkan segala sesuatu yang baru menunjukan ada pengharapan bagi anak-anak Tuhan yang tetap percaya, setia dan taat kepada-Nya.

Ayat. 6 menegaskan bahwa Allah yang sanggup melakukan pembaharuan, pemulihan dan hadir sebagai Bapa bagi orang percaya dan menyediakan pengharapan sejati adalah Allah yang kekal, Allah yang berdaulat dan Allah yang berkuasa.

Refleksi:
            Renungkanlah, betapa indahnya hidup dekat dengan Tuhan yang berkuasa membaharui kita yang mempercayai Dia. Pemahaman ini semakin memperkuat keyakinan kita  bahwa Allah kita itu kasih, kekal dan berdaulat.

Tekad:
            Tuhan, tolonglah agar saya terus dikuatkan untuk tetap setia, taat dan memuliakan Engkau dalam setiap aspek kehidupan ini.

Tindakan:
            Mulai saat ini saya akan semakin setia, taat dan tekun melayani Tuhan dan berbagi tentang Tuhan kepada sesama, agar mereka juga merasakan indahnya intim dengan Bapa yang kekal.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«