suplemenGKI.com

Mazmur 116:1-4, 12-19

ALLAH ITU BAIK

 

Pengantar
Martin Niemoller adalah seorang Kristen keturunan Yahudi yang berhasil bertahan dari kekejaman tentara Nazi di masa Perang Dunia ke-2. Ketika Niemoller ditangkap dan ditahan oleh tentara Nazi, setiap hari ia mengalami kekerasan. Dia dianiaya dan disiksa. Martin juga melihat ada banyak orang yang ditahan, disiksa dan dibunuh oleh tentara Nazi.

Setelah Perang dunia ke-2 berakhir, Martin Niemoller memutuskan untuk pindah ke Amerika. Suatu ketika Martin berkesempatan untuk bersaksi disalah satu radio di Amerika tentang pengalamannya selama di kamp penjara Nazi. Satu pertanyaan yang diajukan oleh penyiar radio kepada Martin Niemoller pada waktu itu adalah: “Bagaimana dia mampu bertahan di kamp penjara nazi dengan semua bentuk kekerasan dan kesadisan yang sering dilakukan oleh Nazi?” Dengan singkat Martin Niemoller menjawab: “Jika engkau menyadari bahwa Tuhan menyertai hidupmu, maka kamu akan bisa bertahan melebihi apa yang kamu bayangkan.”

Pengalaman hidup dan pengalaman iman Martin Niemoller merupakan sebuah pengantar yang tepat dalam memahami Mazmur 116. Oleh karena sesungguhnya pemazmur juga berada dalam situasi yang genting dan berat.

Pemahaman

Ayat 1-4                 Apakah yang pemazmur lakukan dalam menghadapi situasi sulit dalam hidupnya ?

Ayat 12-19            Apakah yang dilakukan pemazmur sebagai rasa syukur atas perbuatan-perbuatan Allah dalam hidupnya ?

Pemazmur menyampaikan sebuah pengajaran penting dalam nyanyiannya, bahwa saat ia mengalami masa-masa sulit, masa-masa dimana ia berada diujung tanduk, ia datang kepada Allah dan menyampaikan permohonan kepada Allah. Pemazmur tidak mencari tempat pelarian yang lain. Pemazmur tidak meninggalkan Allah. Dia justru semakin mendekatkan dirinya kepada Allah (ayat 1,2,4)

Oleh karena pertolongan Allah dan kebaikan Allah, pemazmur berkomitmen untuk hidup mengasihi Allah. Pemazmur sadar bahwa segala kebaikan Allah tidak dapat dibandingkan oleh apapun. Namun pemazmur tetap berkomitmen untuk memberikan persembahan bagi Allah. Bahkan segala yang terbaik bagi Allah.

Seringkali berada di masa-masa sulit kita kecewa dan marah kepada Allah. Kita merasa sendiri, merasa Allah tidak berada dipihak kita. Allah seperti pergi meninggalkan kita. Itu sebabnya tidak sedikit orang Kristen yang memiliki banyak persoalan justru mencari pelarian. Hari ini umat diajak belajar melihat pengalaman hidup dan pengalaman iman Martin Niemoller dan pemazmur. Bahwa dalam saat saat terberat dan tersulit, tetap bersandar kepada Allah merupakan sikap yang harus dibangun. Allah tidak pernah meninggalkan orang-orang yang selalu tekun berseru dan bersandar kepadaNya. Allah itu baik dan kebaikannya akan terus ada sampai selamanya.

Selain terus bertekun dalam doa dan bersandar kepada Allah, umat juga diajak untuk selalu bersyukur dalam segala situasi dan kondisi. Oleh karena Allah terus menyatakan kebaikan-kebaikan dalam kehidupan umat-Nya.

Refleksi
Allah tidak pernah meninggalkan umat-NYA yang sedang menghadapi kesusahan dan penderitaan. Allah selalu hadir dalam kesusahan dan penderitaan umat-NYA.

Tekadku
Ya Allah, mampukan kami untuk selalu bersandar kepada-MU. Jangan biarkan kami bersandar pada kekuatan diri kami. Tolonglah kami disaat-saat terberat kehidupan kami.

Tindakanku
Tetap tekun dalam doa dan membaca Alkitab.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«