suplemenGKI.com

Efesus 6:10-13.

 

Memenangkan Peperangan Rohani.

 

            Di sebuah desa ada cerita rakyat tentang seorang pemuda bernama Badul, ingin mengikuti sayembara untuk memperebutkan sang putri raja. Alkisahnya adalah, sang putri raja sangat ingin agar seekor harimau ganas yang suka memangsa ternak kambing piaraannya ditangkap hidup-hidup dan dijadikan tontonan umum. Sang putri berkata kepada raja, agar membuat sayembara, barang siapa pemuda yang berhasil menangkap harimau ganas itu hidup-hidup maka ia akan dijadikan sumai sang putri. Dalam waktu singkat ratusan pemuda mendaftarkan diri, tidak ketinggalan Badul pun mendaftarkan diri. Badul bingung melihat persiapan pemuda-pemuda lain dengan berbagai senjata lengkap (Panah, tombak, senapan, perisai dan sebagainya) sementara Badul hanya membawa seekor anak kambing, seutas tali dan sebotol tuak asli. Semua orang bingung melihat persiapan Badul. Ketika perburuan harimau di mulai Badul menjelajahi hutan sambil memukuli anak kambingnya sehingga berteriak terus. Dalam waktu singkat harimau mendekat ke anak kambing itu dan dengan cepat menerkamnya tanpa mau melepaskannya. Pada saat itu pula Badul  secepat kilat mengikat kaki-tangan harimau itu kemudian menuangkan tuak ke mulutnya. Harimau itu menjadi mabuk dan dengan mudah dukuasai oleh Badul. He he he…inikan hanya cerita rakyat. Tetapi dari serita itu mengingatkan agar kita bijaksana memperlengkapi diri dalam menghadapi suatu peperangan rohani.

 

Pertanyaan-pertanyaan penuntun:

  1. Menurut Rasul Paulus, perlengkapan apa yang paling tepat untuk memenangi peperangan rohani?
  2. Mengapa kita membutuhkan perlengkapan rohani, dan seberapa perlunya perlengkapan rohani yang kita butuhkan untuk memenangi peperangan rohani?
  3. Apakah saudara sedang menghadapi peperangan rohani, sudahkan saudara memperlengkapi diri dengan perlengkapan rohani?

 

Renungan:

            Dalam sepanjang sejarah dari dahulu dan sampai seterusnya, orang Kristen atau pengikut Kristus selalu diperhadapkan pada peperangan demi peperangan rohani. Itu sebabnya pengikut Kristus dituntut agar menjadi kuat agar mampu menghadapi peperangan rohani itu. Untuk menjadi kuat dan dapat memenangkan peperangan rohani, maka tidak ada jalan lain pengikut Kristus harus memiliki senjata yang tepat. Senjata yang tepat adalah perlengkapan yang berasal dari Allah, bukan dari diri  sendiri atau dari dunia. Yang dimaksud perlengkapan dari Allah adalah kuasa Allah (akan dijelaskan pada renungan besok)

            Dalam suatu peperangan, sangat penting bagi seorang prajurit untuk mengetahui siapa lawannya. Hal itu memudahkan untuk memilih strategi apa yang akan diterapkan dalam peperangan, tetapi yang lebih penting adalah untuk menentukan jenis senjata apa yang dipergunakan. Demikian juga dalam peperangan rohani, musuh yang dihadapi adalah: iblis, pemerintah-pemerintah (penguasa-penguasa yang lalim atau fasik), penguasa-penguasa dunia (segala bentuk tipu muslihat iblis) dan roh-roh jahat di udara (segala hal yang bersifat magic, tahayul atau roh-roh halus) Jenis musuh yang demikian hanya bisa dilawan dengan senjata dari Tuhan, kuasa Tuhan dan kebenaran Tuhan secara utuh, artinya  beriman kepada Tuhan sungguh-sungguh tanpa ragu dan bimbang.

            Saudara, mungkin hari ini kita tidak berhadapan dengan iblis, penguasa-penguasa yang lalim, tipu muslihat iblis dan kuasa-kuasa kegelapan yang bersifat magic, tahayul atau roh-roh halus/santet dan sebagainya. Tetapi sadarkah kita bahwa musuh kita adalah segala macam rayuan dunia yang menggiurkan, tekanan-tekanan hidup yang sering memaksa kita menjadi goyah iman kepada Tuhan atau perlakuan-perlakuan tidak adil yang kerap kita alami karena status kekristenan kita, prestasi kita sehingga membuat banyak pihak menjadi iri dan benci kepada kita. Semua itu tidak bisa kita lawan dengan cara membalas atau melawan secara fisik atau memberontak, tetapi itu hanya bisa dilawan dengan bersandar, berpegang dan berlindung pada kekuatan kasih Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus. Praktek praktisnya adalah berdoa, mengasihi dan semakin setia bergaul dengan firman Tuhan setiap hari. Tuhan memberkati kita.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«