suplemenGKI.com

1Petrus 3:13-17

 

Nilai Kehidupan Iman Kristen (1)

 

Pengantar:
Surat Rasul Petrus ini ditujukan kepada orang-orang Kristen yang sedang dalam penganiayaan. Mereka difitnah, dianggap orang asing yang tidak mempunyai hak, yang dipinggirkan. Mereka seakan tidak mempunyai kekuatan untuk berbuat apapun selain menderita karena mereka minoritas (1:6-7, 2:11-12, 15, 19; 13:9) Penganiayaan yang mereka alami memang terkait pula karena keyakinan mereka terhadap Tuhan Yesus, yang mengajar untuk hidup dalam kebenaran dan kekudusan. Sudah bukan rahasia lagi bahwa jika ada orang yang berjuang mempertahankan hidup benar, bukan malah didukung tetapi justru dimusuhi oleh dunia. Dalam keadaan demikian, apakah yang harus menjadi sikap mereka sebagai orang-orang percaya? Nilai kehidupan Iman Kristen yang bagaimanakah yang harus ditunjukan? 

Pemahaman:

  1. Sikap bagaimanakah yang dianjurkan oleh Petrus ketika menghadapi penderitaan karena hidup benar dalam kekudusan Tuhan Yesus?
  2. Apakah maksudnya “Kuduskanlah Kristus……Dan siap sedialah memberi pertanggungjawaban….v. 15? 

Di tengah konteks dunia ini, kebenaran selalu berhadapan dengan ketidakbenaran, itu artinya ketika hendak mempertahankan kebenaran, konsekuensinya menderita. Sebab jika kebenaran ingin diperjuangkan maka berarti menjadi musuh yang jahat dan di dunia ini si jahat selalu seolah-olah kuat tidak mau kalah. Tetapi Rasul Petrus menasihatkan agar orang-orang percaya tetap harus melakukan apa yang baik dan benar, jangan ikut-ikut melakukan yang jahat. Dengan tetap berbuat baik di tengah-tengah kejahatan yang merajarela berarti sedang mencegah, mengurangi dan memerangi perbuatan jahat walalupun harus menderita.

Menguduskan Kristus dalam hidup bagi orang percaya berarti menunjukan nilai iman Kristen yang sesungguhnya, yaitu: dengan semakin berkualitas dalam beriman, melayani, menyaksikan Kristus lewat sikap, perbuatan dan perkataan supaya dunia yang jahat ini justru tidak berdaya mengembangkan kejahatannya. Nilai kehidupan Iman Kristen akan semakin tampak, ketika di tengah-tengah penderitaan namun kita tetap bertumbuh dalam Tuhan.   

Refleksi:
Tidak ada satu orang pun yang ingin menderita dalam hidupnya. Tetapi kita dipanggil untuk menderita ketika kita tidak berpihak pada dunia yang jahat. Ketika kita siap menderita karena tidak berpihak pada dunia maka saat itulah nilai iman kita akan nampak di tengah-tengah dunia.

Tekad:
Ya Tuhan, secara manusia saya tidak siap menghadapi perlakuan dunia yang tidak adil bagi pengikut-pengikut-Mu, tetapi bersama Tuhan yang telah memanggil saya untuk menyatakan kebenaran-Mu, saya siap menghadapinya walaupun harus menderita. 

Tindakan:
Saya akan tetap berpegang-teguh pada prinsip iman kepada Kristus, walaupun harus menghadapi konsekuensi dan penderitaan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«