suplemenGKI.com
For U

For U

Titus 3:4-7 

Kemurahan-Nya Nyata Bagi Kita. 

            Beberapa waktu lalu di sebuah kota di Indonesia, seorang bapak baru pertama kali memiliki sebuah mobil. Ia sangat sayang dengan mobil barunya itu. Setiap hari dibersihkan, dilap dan dirawat dengan teliti. Dia sangat hati-hati kalau mengendarainya. Suatu ketika pada saat dia pergi bekerja meninggalkan mobil di rumahnya, anaknya yang baru berumur tujuh tahun bermain-main di sekitar mobil itu, di tangannya memegang sebuah batu seukuran sekepalan tangan. Dengan batu itu ia memukul-mukul body mobil itu, semakin dia lakukannya semakin menimbulkan bekas yang berwarna-warni. Mungkin dia penasaran maka mulailah ia menggores-gores mobil itu sehingga mengakibatkan goresan-goresan yang cukup dalam. Ketika ayahnya pulang ia langsung memeriksa mobil itu dan betapa terkejutnya ketika melihat goresan2 dan pesok kecil-kecil di mobilnya. Dengan sangat geram ia berteriak “siapa yang merusak mobilku” Anaknya menjadi sangat ketakutan lalu menangis. Tetapi sang ayah dengan tanpa ampun mengambil palu dan menyeret anaknya kemudian memalu tangan anaknya beberapa kali sehingga mengakibatkan terluka yang cukup parah. Ketika dibawa ke rumah sakit dan diperiksa secara teliti, dokter  mengatakan bahwa tangan anak itu harus diamputasi, karena semua urat dan tulangnya mengalami kerusakan yang parah sekali. Pada saat itu si ayah belum menyadari betapa berharga tangan anaknya dari pada mobi barunya, sehingga seakan itu adalah hal biasa. Ketika proses pengobatan dinyatakan selesai dan anak itu sudah boleh pulang, sesampai di rumah mobil yang tergores sudah mulus kembali, si anak bertanya kepada ayahnya “ayah, mobilnya sudah bagus, tetapi tanganku ke mana?” sambil menunjukkan tangannya yang telah hilang kepada ayahnya. Saat itu juga si ayah baru menyadari betapa menderita anaknya dan si ayah akhirnya merasa sangat bersalah, kemudian mengambil keputusan membunuh diri dengan cara menggantung diri. Saudara, sebuah mobil memang terkadang menjadi sangat berharga karena mungkin untuk mendapatkannya anda harus berkerja bertahun-tahun, menabung sekian lama atau harus menunda sebagian kebutuhan yang lain untuk mendapatkannya. Maka sangat wajar jika anda sangat menyayangi, menjaga dan melindunginya. Tetapi pernahkah anda berpikir bahwa keselamatan itu jauh lebih berharga, jiwa kita jauh lebih berharga apalagi anak yang Tuhan anugerahkan kepada kita? Bacaan hari ini, berbicara tentang kemurahan Allah sangat nyata dalam hidup kita sehingga Ia mau menyelamatkan kita. Beranikah kita mengorbankan kasih karunia Tuhan hanya karena kesenangan duniawi? 

  1. Pernahkah anda berpikir, seberapa pentingnya, seberapa berharganya dan seberapa bernilainya jiwa kita sehingga Allah mau menyelamatkan kita?
  2. Pernahkah anda berpikir, berapa kita harus membayar harga keselamatan yang Tuhan sediakan bagi kita? 

Renungan:

            Hidup kita di hadapan Allah sangat berharga, sangat bernilai dan sangat penting, karena itu Allah tidak mungkin membiarkan kita binasa karena dosa. Itu sebabnya Dia rela menebus kita dengan mengorbankan diri-Nya supaya kita terbebas dari kebinasaan kekal. Kita tidak perlu harus merogoh kantong sedalam-dalamnya untuk membayar keselamatan dari Tuhan Yesus. Karena sekalipun seluruh hidup kita, seluruh harta kita dan seluruh dunia ini dijual itupun tidak akan mungkin dapat membayar keselamatan yang sudah kita terima secara Cuma-Cuma dari Tuhan Yesus. Itu sebabnya keselamatan adalah hanya karena anugerah Allah, itu bukan hasil usahamu atau hasil perbuatan baikmu (Ef 2:8-9) Kita dibenarkan oleh kasih karunia-Nya (v.7) artinya hanya karena belaskasihan TuhanYesus kita diselamatkan. Lalu apa yang harus kita lakukan sebagai ungkapan syukur kita karena kemurahan Allah yang telah menyelamatkan kita? Tidak ada alasan bagi kita untuk kembali kepada dosa lagi, kecuali meninggalkannya sejauh mungkin. Dan tidak ada alasan bagi kita untuk tidak bersyukur dengan karya pelayanan dan kasih kita kepada sesama melebihi dari apapun yang kita miliki. Hanya itu yang bisa kita lakukan sebagai syukur kita atas keselamatan kekal yang dianugerahkan kepada kita. Selamat berkarya bagi Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»