suplemenGKI.com

JUM’AT, 21 MEI 2010

20/05/2010

ROMA  8 : 14 – 17.

ROH KUDUS DAN ORANG PERCAYA.

Dalam bacaan kita kali ini Paulus hendak memperkenalkan kepada kita suatu hubungan yang baru antara kita dengan Allah. Orang Kristen ( orang percaya ) diangkat (diadopsi) menjadi anggota dari keluarga Allah ( anak Allah )

  1. Siapa yang menjadikan kita (orang percaya) sebagai anak Allah ? (ayat 15)
  2. Apa yang di maksud dengan “kita berseru, ya Abba, ya Bappa” ? ( ayat 15 ).
  3. Siapa yang memungkinkan kita (orang percaya) menjadi anak-anak Allah ? (ayat 16 )

RENUNGAN.

Ketika Rasul Paulus membicarakan status orang percaya sebagai anak-anak Allah, mungkin Ia sedang memikirkan sebuah proses pengangkatan anak (adopsi) yang dilakukan orang Romawi. Dalam dunia Romawi proses adopsi dibuat lebih serius dan sangat sulit sehingga anak yang diadopsi mendapat kedudukan dan hak yang sama dengan anak kandung. Dalam pelaksanaan yang panjang anak yang akan diadopsi dibeli sampai dua kali yang kemudian diadakan upacara dengan memohon kepada pejabat Romawi yang disaksikan tujuh orang saksi untuk mensyahkan secara hukum. Namun pengangkatan anak tersebut konsekwensinya adalah :

  1. Orang yang diangkat anak, kehilangan semua hak didalam keluarga yang lama dan mendapat hak sebagai anak yang syah dalam keluarga yang baru. Ia juga mendapat seorang ayah yang baru.
  2. Ia menjadi ahli waris atas harta ayah barunya. Meskipun setelah itu lahir anak yang lain, hal itu tidak mempengarui haknya, ia tetap menjadi ahli waris bersama anak-anak yang lain.
  3. Secara hukum kehidupan yang lama dari orang yang diadopsi dihapuskan. Misalnya : hutang-hutangnya dihapuskan. Ia dianggap sebagai orang yang baru yang masuk kedalam kehidupan yang baru.
  4. Secara hukum ia mutlak anak dari ayah barunya.

Itulah yang dipikirkan oleh Rasul Paulus untuk menggambarkan hubungan orang –orang percaya dengan Tuhan. Roh Kudus yang memungkinkan kita menjadi anak-anak Allah. Dahulu kita berada didalam kekuasaan tabiat kita yang berdosa ( roh perbudakan oleh dosa ), tetapi karena kasih setiaNya telah membawa kita kedalam ikatan kasihNya yang mutlak. Kita patut bersyukur kepada Allah atas AnugerahNya yang menjadikan kita sebagai anak-anak Allah. Dan kita menyebut Tuhan dengan sebutan yang baru yaitu Bapa. Jika Allah adalah sebagai Bapa kita yang baru, maka secara hukum kita adalah anak yang baru, yang memasuki kehidupan yang baru. Segala hutang-hutang dosa kita sudah dibayar lunas oleh darah Tuhan Yesus Kristus. Walaupun demikian janganlah membuat kita sombong dan lengah karena menjadi anak-anak Allah berarti bahwa segenap hidup kita harus mencerminkan kasih Allah baik melalui kata-kata maupun perbuatan kita. Untuk itu marilah kita membuktikannya dalam kehidupan kita. Bersediakah kita ? Amin.

“Menjadi anak-anak Allah berarti bahwa segenap hidup kita harus mencerminkan kasih Allah baik melalui kata-kata maupun perbuatan kita”.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»