suplemenGKI.com

Mazmur 8:7-10.

 

Dipercaya Karena Anugerah Tuhan

Pengantar:
Seorang anak Sekolah Dasar kelas lima, ia tergolong anak yang pendiam dan tidak pandai berbicara, apalagi mengatur teman-temannya. Di kelasnya terkenal kumpulan anak-anak yang suka ribut, iseng dan bandel. Pada awal semester ke dua, dia dipercayakan oleh wali kelasnya menjadi ketua kelas. Anak tersebut berusaha untuk menolak kepercayaan yang diberikan oleh wali kelasnya, tetapi wali kelasnya membesarkan hatinya dengan berkata “Kamu saya percayakan untuk memimpin teman-teman di kelas ini selama satu semester, jangan takut saya akan mendampingi kamu” Maka dengan terpaksa ia menerima jabatan sebagai ketua kelas lima di kelasnya. Dalam hatinya yang terdalam ia berkata “saya dipercaya oleh wali kelas menjadi ketua kelas” Mulai muncul rasa bangga sekaligus rasa percaya diri.

Pemahaman:

1)      Apakah makna kalimat “Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu..” v. 7-9?

2)      Apakah makna pujian penutup dari pemazmur di ayat 10?

Syair dalam pujian pemazmur di pasal 8 ini mengandung makna yang dalam dan berbobot. Salah satu contohnya, pemakaian kata-kata dalam kalimat Engkau “membuat” dia “berkuasa“ atas “buatan” tangan-Mu. Hal itu menunjukkan bahwa pemazmur memandang dirinya dan manusia lainnya adalah dirancang untuk mengelola, mengatur dan melestarikan semua ciptaan Tuhan yang lainnya (Band. Kej 1:26 ;2:15) Tuhan telah memberi visi kepada manusia untuk menjalankan misi Tuhan dalam hal mengelola, mengatur dan melestarikan semua ciptaan-Nya yang lain. Untuk menjalankan misi itu Tuhan juga telah mempersiapkan manusia dengan otoritas atau wewenang “dan segala-galanya telah Kau letakkan di bawah kakinya” (Lih. v. 7b) Bukan berarti manusia akan melakukan misi Tuhan dengan sewenang-wenang, melainkan harus berdasarkan anugerah yang Tuhan berikan kepadanya.

Pada ayat 8-9 tertera daftar seluruh ciptaan Tuhan yang harus mendapat sentuhan misi Tuhan yang dipercayakan kepada manusia. Menyadari bahwa untuk mengerjakan visi dan misi Tuhan itu adalah sebuah tanggungjawab yang dipercayakan Tuhan kepadanya, maka pemazmur kemudian kembali mengagungkan Tuhan dengan pujian penutup sebagai komitmen untuk menjalankan kepercayaan yang Tuhan berikan kepadanya. Dalam hidup kita Tuhan telah mempercayakan untuk mengerjakan visi-misi Tuhan berdasarkan anugerah-Nya. Hayatilah itu sebagai panggilan untuk kita melayani Tuhan sebagai anugerah dari Tuhan.

Refleksi:
Mari kita merenung sejenak, bagaimana penghayatan kita atas kepercayaan yang Tuhan berikan untuk melayani Dia dalam wujud mempedulikan sesama, alam semesta dan segala isinya? Apakah kita menghayatinya sebagai panggilan, karena Dia mempercayakan kita?

Tekad:
Bertanggungjawab dengan sepenuh hati dan penuh kasih, karena kepercayaan itu adalah anugerah Allah.

Tindakkan:
Setiap kali mengambil bagian dalam pelayanan dihayati sebagai kesempatan dipercayakan oleh Tuhan berdasarkan anugerah-Nya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»