suplemenGKI.com

Bacaan : Ibrani 9 : 11-14.

Anugerah untuk beribadah. 

Pernahkah terbayangkan bila seandainya kita tidak bisa/boleh beribadah sesuai keyakinan kita ? Tanpa refleksi yang dalam , kita akan terjebak dalam rutinitas ibadah dan kurang menghargai kesempatan ibadah yang telah dianugerahkan Tuhan kepada kita. Apakah hal itu ada hubungannya dengan renungan kita kali ini ?

 Pendalaman teks Alkitab

  1. Apa yang telah dilakukan Sang Imam yang Maha Agung ?
  2. Apa tujuanNYA ?
  3. Bagaimana kita menyikapinya ?

Renungan :

Renungan kita diawali dengan nats , Tetapi Kristus telah datang sebagai Imam Besar untuk hal-hal yang baik yang akan datang. Kedatangan Kristus ini merupakan penggenapan janji Allah Bapa untuk memberikan hal-hal baik pada kita ? , inilah hal-hal yang dilakukan Kristus sebagai Imam Agung :

PERTAMA, Ia telah melintasi kemah yang lebih besar dan yang lebih sempurna( ayat 11 ). Sungguh anugerah yang luar biasa bila Kristus telah melintasi batas kemah, karena hanya dengan cara itu Kristus telah membuka jalan untuk hal-hal baik untuk kita semua

KEDUA , Kristus tidak menggunakan korban darah domba jantan atau darah anak lembu ,( ayat 12 ) yang hanya mampu menguduskan secara lahiriah , melainkan mempersembahkan darahNYA sendiri. Tanpa hal ini , tak mungkin kita bisa disucikan hati dan nurani kita.

KETIGA , Kristus telah menyucikan hati dan nurani kita ( ayat 13 ). Ini berarti Kristus telah menguduskan hati kita , agar ketika pikiran kita yang sering dikendalikan oleh kehendak bebas sendiri akan berbuat dosa ,hati nurani kita yang sudah dikuduskan mampu mengingatkan dan menegur kita. 

Tujuan dari persembahan darah Kristus yang tak bercacat adalah agar kita bisa beribadah kepada Allah yang hidup ( ayat 14 ). Ini adalah kerinduan dan sekaligus inisiatif Allah agar kita yang sudah dikuduskan menjadi dimampukan untuk berelasi dengan Allah yang kudus , beribadah kepada Allah yang hidup.

 Bagaimana sikap kita dengan anugerah yang luar biasa itu ?
Anugerah besar itu selayaknya kita responi dengan benar , SATU dengan menomor satukan kehidupan beribadah kita, mempersiapkan diri dengan baik dan benar, sebelum saat ibadah dan menjaga kekhitmatan selama beribadah. Memberikan waktu dan ruang yang terbaik selama ibadah. DUA, setelah ibadah selesai , memampukan diri secara terus menerus untuk mengisi kehidupan sehari-hari yang sekaligus ibadah ini dengan kehidupan yang benar, bukan hanya mengejar nama, berkat, kedudukan, kekuasaan , kekayaan dan hal lain yang tak mungkin terpuaskan. Seperti dinyatakan dalam nats ,  persembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.

 

Ibadah adalah kehidupan yang selalu beribadah

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«