suplemenGKI.com
Mengucap Syukur

Mengucap Syukur

Bacaan : Mazmur 22 : 23-32.

UCAPAN SYUKUR ATAS PERTOLONGAN TUHAN

Pertolongan Tuhan sungguh nyata kepada setiap orang yang berseru dan bersandar kepadaNya, pemazmur dalam pergumulan penderitaan yang hebat telah membuktikan bahwa sesungguhnya Tuhan itu senantiasa menyayangi umatNya dalam kondisi apapun termasuk ketika sedang menghadapi penderitaan yang berat, Tuhan sesungguhnya tidak meninggalkan umatNya. Hal ini nampak dalam renungan hari ini , ada nuansa sukacita karena Tuhan telah menyatakan pertolonganNya.

Pertanyaan penuntun.

  1. Apa yang dilakukan pemazmur ketika ia mendapat pertolongan Tuhan atas penderitaannya ? [ayat 23-25]
  2. Bagaimana pemazmur memaknai pertolongan Tuhan ? [ayat 26-30]
  3. Apa yang akan dilakukan pemazmur terhadap generasi berikutnya setelah pemazmur merasakan karya keselamatan dari Tuhan ? [ayat 31-32]

RENUNGAN.

Siapa yang suka dengan penderitaan ? ketika kita ditanya demikian maka secara tegas kita akan menjawab, tidak suka. Siapapun orangnya pasti tidak senang bila diperhadapkan dengan penderitaan, apalagi menjalaninya kalau bisa kita hindari bahkan kita buang jauh-jauh dari hidup kita. Akan tetapi tidak ada orang yang kebal terhadap penderitaan, ia [penderitaan] bisa menimpa siapapun dengan bentuk yang bermacam-macam, bisa melalui musibah, sakit-penyakit, persoalan hidup, ekonomi, dukacita, kegagalan, kebangkrutan, tekanan hidup dan lain sebagainya.  Semua bentuk penderitaan, apabila menimpa kita maka kita akan merasakan bahwa hidup ini begitu berat, sulit, susah dan tidak berdaya.

Barangkali pemazmur telah merasakan beratnya penderitaan, mungkin itu sakit-penyakit yang membawa hidupnya sampai diujung maut. Bahkan penderitaan yang dialami pemazmur tak kunjung usai, ia sudah berseru secara terus-menerus meminta pertolongan Tuhan namun Tuhan juga belum menolongnya sampai ia berseru kepada Tuhan, “Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku”? sebuah seruan putus asa karena penderitaan yang tak kunjung selesai sampai-sampai ia merasa ditinggalkan Tuhan.

Namun ketika Tuhan mendengarkan jeritan minta tolong si pemazmur, sesuai dengan janjinya  maka pemazmur membuka nyanyian pujian dan syukurnya kepada Tuhan karena Tuhan telah menolongnya. Hatinya bersukacita dan saking sukacitanya ia mengundang saudara-saudara seiman yaitu orang-orang yang takut akan Tuhan untuk datang turut memuji, memuliakan nama Tuhan. Memuji Tuhan bagi Israel selalu dilaksanakan  dalam jemaah sehingga pemazmur dapat menceritakan pertolongan Tuhan kepada seluruh jemaah bahwa Tuhan selalu memberi pertolonganNya kepada setiap orang yang hidupnya bersandar dan beriman kepada Tuhan, itulah karya keselamatan dari Tuhan. Dan yang tidak kalah penting ialah bahwa pemazmur menceritakan karya keselamatan yang telah ia terima dari Tuhan kepada anak cucunya [ generasi berikutnya] agar mereka juga hidup beriman kepada Tuhan.

Jika kita hidup dalam penderitaan yang cukup berat kemudian pada akhirnya kita mendapat pertolongan Tuhan bahkan pemulihan juga keselamatan, Apa yang akan saudara lakukan ? Apakah saudara juga akan menceritakan kepada saudara seiman juga kepada anak cucu ? selamat bercerita.

 

“Tuhan adalah sumber pertolongan! Berharaplah hanya kepada Tuhan”.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«