suplemenGKI.com

Bacaan : 2 Petrus 3 : 1- 16.

“Tuhan tidak pernah lalai”

Surat 1 Petrus ditulis sesaat sebelum Kaisar Nero melakukan penyiksaan terhadap orang-orang Kristen. Sedangkan 2 Petrus ditulis 2 hingga 3 tahun setelah peristiwa tersebut. Fokus surat -surat Petrus adalah masalah yang ada ditengah-tengah jemaat, seperti ajaran sesat yang berdampak pada adanya jemaat yang meragukan imannya dan berbalik dari Kristus. Petrus melawan para bidat tersebut dengan menegaskan kembali supremasi kebenaran-kebenaran kristiani antara lain otoritas Alkitab, keutamaan iman dan kepastian kedatangan Kristus yang kedua kalinya.

Pertanyaan penuntun.

  1. Hal-hal apakah yang diragukan dan dijadikan bahan ejekan oleh para pengejek ? ayat 1-7
  2. Bagaimana tindakan Allah terhadap para pengejek ? ayat 7-9.
  3. Bagaimana gambaran Petrus tentang akhir jaman ? ayat 10
  4. Bagaimana Petrus memotiasi jemaat ? ayat 11-16.

RENUNGAN.

Terkadang kita bertanya-tanya dalam hati, kapan kejahatan di muka bumi ini akan berakhir ? Kita juga sedang mengharapkan agar Tuhan segera menyatakan DiriNya agar semua ciptaan Tuhan dipulihkan, akan tetapi kenyataannya yang kita jumpai adalah orang jahat dan orang fasik semakin merajalela. Amoralitas dan berbagai jenis perbuatan dosa seakan marak tanpa ada yang mengekang. Di satu sisi ini adalah tanda-tanda akhir zaman dan disisi lain, kita bertanya-tanya, bagaimana masa depan orang percaya ?

Rasul Petrus mengingatkan jemaatnya bahwa para penyesat justru mengolok-olok pengharapan dan imannya orang Kristen, mengenai  Tuhan akan datang menghakimi dunia ini dengan segala kejahatannya. Bagi para penyesat, janji Allah ini adalah omong kosong. Waktu sudah berlalu tetapi banyak orang jahat tidak mengalami kutuk Allah, jadi untuk apa percaya kepada akhir zaman ? dengan sikap yang arogan seperti itu mereka terus melakukan penyesatan kepada jemaat Kristen. Padahal mereka lupa bahwa dulu Tuhan pernah menghukum  dunia ini dengan air bah. Tidak ada orang berdosa yang akan luput dari kuasa dan keadilan Tuhan. Apa yang pernah Tuhan lakukan, suatu hari kelak akan IA lakukan lagi dengan jauh lebih dahsyat [ ayat 10 ].

Rasul Petrus mengingatkan jemaatnya bahwa kalau Tuhan  belum datang kembali, itu karena IA adalah panjang sabar dan terus memberi kesempatan manusia untuk bertobat. Hal itu juga berarti kesempatan bagi kita/anak-anak Tuhan untuk melayaniNya dan memberitakan Injil. Kelak apabia IA datang, maka Penghakiman dahsyat tidak akan terelakkan. Siapapun yang kedapatan hidup dalam dosa tidak akan dapat melarikan diri dari murka Allah. Hari Tuhan pasti dahsyat dan mengerikan bagi orang yang tidak bertobat dan yang berkanjang didalam dosa. Rasul Petrus mengingatkan bahwa penghakiman Allah akan menghanguskan semua kenajisan dan dosa. Hal itu berarti bahwa orang percaya/Kristen tidak boleh sembarangan, bermain-main dengan dosa. Kita harus senantiasa menjaga hidup kita kudus dan tak bercacat. Sehingga jika nanti Tuhan Yesus nanti datang, maka kita akan menikmati persekutuan kekal dengan Dia/Kristus. Bagaimanakah dengan saudara ? apakah saudara telah berjuang untuk hidup kudus dan tak bercacat ? Tuhan beserta kita.

 Tuhan tidak lalai untuk datang, tetapi IA memberi kesempatan kepada kita untuk bertobat”

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«