suplemenGKI.com

Kolose 3:1-4

 

Perspektif baru bagi manusia dan kehidupannya di dunia ini

 

Pengantar:
Suatu hari seorang bapak menggerutu melihat sepeda motornya yang sudah berusia kira-kira sepuluh tahun. Salah satu yang digerutuinya adalah kondisi sepeda motor itu, dia berkata “Sepeda motor ini dilihat dari sisi manapun sudah tidak menarik lagi, enaknya diapakan ya sepeda motor ini?” Karena memang sepeda motornya sudah peot di sana-sini. Di saat yang bersamaan, sang istrinya mendekat dan berkata, “Mengapa bapak hanya melihat sepeda motor itu dari permukaannya saja, mbok ya lihatlah dari fungsinya, peot-peot begitu, sepeda itulah yang tiap hari berjasa mengantar bapak pergi dan pulang kerja” Ketika itu juga si bapak sadar bahwa dia harus melihat fungsinya ketimbang bodinya. Terkadang kita melihat hidup ini hanya melulu pada sisi keberdosaannya saja tetapi mengabaikan sisi Kristus yang telah menebus dosa kita. 

Pemahaman:

  1. Apa makna nasihat Paulus dalam hubungan dengan posisi Kristus yang di atas (v. 1-2)?   
  2. Apa makna ungkapan Paulus tentang “hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah dan kamupun akan menyatakan diri kelak bersama dengan Dia dalam kemuliaan?” (3-4)
  3. Bagaimana kita memandang kehidupan kita di dunia saat ini?

Nasihat Paulus dalam Kolose 3 ini adalah ingin mengarahkan pikiran setiap orang percaya pada sebuah perspektif  kehidupannya di dunia ini dengan pemahaman yang baru. Yaitu, bahwa setiap orang yang sudah mengalami penebusan di dalam Kristus adalah seharusnya mengorientasikan hidupnya pada hal-hal yang mulia, sebagaimana Kristus telah dimuliakan di sebelah kanan Allah.

            Hidup yang diorientasikan pada hal-hal yang mulia, berarti segala aspeknya harus menampakan karakteristik Kristus, sekalipun ia masih berada di dunia ini tetapi dia tidak lagi serupa dengan dunia melainkan serupa dengan Kristus. Itu sebab dikatakan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah. Kehidupan yang berorientasi kepada duniawi itu telah berakhir diganti dengan Kristus yang menjadi dasar dan sekaligus arah bagi kehidupannya. Itulah perspektif baru bagi hidup baru dalam kehidupan di dunia ini.

Ketika kita memiliki perspektif hidup yang baru, maka cara kita memandang hidup pun berbeda dengan cara dunia memandang kehidupan. Kita memandang hidup ini adalah hidup yang penuh arti dan berharga.

Refleksi:
Renungkan sejenak, sejak kapan anda mulai memandang hidup anda penuh arti dan berharga di mata Tuhan? jika anda memandang hidup ini berarti dan berharga maka orientasinya pasti untuk kemuliaan Tuhan.

Tekad:
Tuhan, mampukan aku untuk melihat hidup ini dengan perspektif yang baru, yaitu berarti dan berharga, karena Engkau telah menebusku dari dosa. 

Tindakan:
Mulai saat ini aku mau menjalankan kehidupan dengan perspektif yang baru bersama Kristus.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«