suplemenGKI.com

Bacaan : Ibrani 5 : 1-10.

Tema : Belajar Dari Ketaatan Yesus.

PENGANTAR
Menjalani hidup dalam ketaatan itu mudah ketika Allah memberikan apa yang menjadi keinginan hati kita atau manakala berkat-berkat Tuhan mengalir dalam kehidupan kita. Kita akan mampu mentaati setiap perintah dan kehendak-Nya. Namun hal yang sebaliknya atau ketidaktaatan akan terjadi ketika sesuatu hal tidak berjalan sebagaimana yang kita harapkan, ketika pencobaan dan penderitaan melanda maka ketaatan akan menjadi macet.

PEMAHAMAN

  1. Apa perbedaan imam besar yang lain dengan Yesus Kristus ? (1-5)
  2. Keteladanan apa yang dapat kita lihat dari kehidupan Tuhan Yesus sebagai Imam Besar Agung ? (6-10)

Penulis kitab Ibrani memaparkan bahwa Yesus Kristus adalah Imam Besar Agung, namun keimaman-Nya diambil dari garis Melkisedek. Sebagai Imam Besar Agung Tuhan Yesus menunjukkan kualitas kehidupan yang berbeda dengan para imam besar yang berkuasa saat itu. Dalam diri Yesus tidak ada keinginan untuk memuliakan diri-Nya. Ia tidak sombong, karena yang patut dimuliakan adalah Bapa Sorgawi. Sekalipun Yesus memiliki status dan jabatan yang mulia namun Tuhan Yesus tidak menganggap sebagai kedudukan yang istimewa. Semua itu hanya untuk hormat dan kemuliaan Allah Bapa. Hal itu sangat berbeda dengan para imam besar yang lain, yang masih gampang tergoda oleh kenyamanan hidup, status sosial dan ekonomi.

Yesus Kristus sebagai Anak Allah dan Imam Besar Agung  justru menunjukkan ketaatan-Nya yang mutlak kepada kehendak Bapa Sorgawi. Meskipun ketaatan itu membawa-Nya kepada penderitaan dan kematian. Justru dalam posisi-Nya sebagai Imam Besar Agung Yesus Kristus telah mempersembahkan Diri-Nya sebagai korban yang hidup dan kudus melalui kematian-Nya diatas kayu salib untuk menebus dosa-dosa umat manusia. Ketaatan Yesus di sini merupakan ketaatan yang sempurna dimana melalui pengorbanan-Nya menjadi pokok keselamatan abadi bagi manusia.

Karena itu kita bersyukur kepada Tuhan Yesus Kristus yang telah menjadi teladan dalam hal ketaatan. Agar supaya kita tetap taat kepada perintah-perintah-Nya walaupun yang terjadi tidak seperti yang kita harapkan.

REFLEKSI.
Marilah kita merenungkan dengan sungguh-sungguh : apakah saudara menjalani kehidupan saudara dengan ketaatan, ketika situasi dan kondisi berjalan tidak sesuai dengan yang saudara harapkan ?

TEKADKU.
Ya Tuhan ampunilah saya karena seringkali saya taat kalau berkat Tuhan datang melimpah, tetapi manakala dalam kesulitan saya sulit untuk taat.

TINDAKANKU.
Saya akan berusaha beriman dengan ketaatan walaupun susah,

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«