suplemenGKI.com

Efesus 2:11-17

KRISTUS YANG MEMPERSATUKAN UMAT

 

Pengantar
Hidup bersama dengan orang lain dalam persekutuan ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Berbagai perbedaan seperti latar belakang dan status sosial, seringkali menjadi masalah utama sulitnya tercipta kesatuan. Jemaat Kristen di Efesus merupakan jemaat yang didirikan oleh Paulus. Paulus tinggal cukup lama bersama jemaat Kristen di Efesus, sehingga ada hubungan emosional antara Paulus dengan jemaat. Surat Efesus ditulis oleh Paulus dari penjara. Paulus mendengar ada persoalan yang timbul di lingkungan jemaat Kristen di Efesus. Jemaat Kristen berkebangsaan Yahudi menutup diri terhadap kehadiran jemaat Kristen yang berkebangsaan non Yahudi. Jemaat Kristen Yahudi hidup eksklusif dan tidak mau bergaul dengan jemaat kristen non Yahudi.

Pemahaman

Ayat 11-13     Nasihat apa yang disampaikan Paulus kepada jemaat Kristen Yahudi di kota Efesus    terkait masa lalu mereka?

Ayat 14-17     Siapakah yang telah merobohkan tembok pemisah dan mempersatukan jemaat menjadi satu tubuh?

Paulus mengingatkan jemaat Kristen di Efesus agar tetap menjaga kesatuan. Mengingat dahulu sebagian jemaat Kristen berkebangsaan Yahudi adalah Yudais. Mereka hidup taat pada aturan sunat dan Taurat dengan ketat sehingga hidup eksklusif. Paulus mengingatkan agar apa yang terjadi dimasa lalu tidak lagi mempengaruhi kehidupan jemaat Kristen Yahudi di Efesus.

Kristus telah menebus semua orang. Bagi mereka yang telah menerima kristus sebagai juruselamat tentu telah berada dikehidupan yang baru. Kristus tidak hanya menyelamatkan orang Yahudi tetapi juga Yunani dan orang-orang berkebangsaan lain.

Kristus adalah juruselamat bagi semua orang. Yesus tidak hanya juruselamat bagi sebagian orang. Yesus tidak pernah membedakan siapapun. Dihadapan Yesus semua adalah sama. Meneladani sikap Yesus, umat juga ditantang untuk tidak lagi hidup dalam tembok pemisah. Namun mampu membangun kebersamaan dalam persekutuan

Refleksi
Sudahkah aku hidup dalam keharmonisan dengan sesama? Ataukah aku masih hidup eksklusif dan sulit menerima perbedaan?

Tekadku
Ya Allah, mampukan kami untuk hidup bersama dengan orang lain. Hidup inklusif dan mau menerima perbedaan.

Tindakanku
Membangun hubungan baik dengan semua orang

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«