suplemenGKI.com

1Korintus 12:4-11.

 

Ada Rupa-Rupa Karunia, Tetapi Satu Roh

 

Pengantar:

            Ada dua kata penting dalam 1Korintus 12 ini, yaitu “Karunia” dan “Roh”  Karunia-karunia yang dimaksudkan adalah karunia-karunia rohani atau karunia-karunia Roh Kudus.  Kata karunia berarti karunia-karunia yang berasal dari Tuhan, sedangkan Roh menerangkan unsurnya. Dengan demikian Karunia Rohani adalah berasal dari Tuhan yang diberikan kepada jemaat atau anggota tubuh Kristus untuk menggenapi maksud dan kehendak Tuhan melalui pelayana kepada Tuhan. 

Pemahaman:
            Jemaat Korintus adalah jemaat yang penuh dengan karunia-karunia yang istimewa dari Tuhan. Tujuannya adalah agar jemaat dapat melayani Tuhan dengan baik dan berbuah bagi sesama. Namun rupanya mereka lebih memperhatikan karunia-karunia Rohani itu sebagai kekayaan karunia sebagai milik untuk kepentingan dan kepuasan diri sendiri ketimbang untuk memperlengkapi kehidupan pelayanan jemaat dan kepentingan bersama (band ay. 7) Bahkan beberapa oknum dari jemaat yang diberikan karunia khusus/spesifik oleh Tuhan malah menjadi sombong dan tinggi hati kemudian merasa lebih dari yang lain. Itu sebabnya nada kalimat di sepanjang surat 1Korintus ini lebih bersifat memperingatkan jemaat akan fungsi karunia yang mereka miliki (Lih. V. 8-10)

            Paulus ingin mengingatkan agar mereka melakukan atau mempergunakan karunia-karunia itu dalam kasih Tuhan, sehingga ada frasa penting bahwa Paulus memberi petunjuk bagaimana seharusnya menggunakan semua karunia itu, terutama karunia untuk bernubuat dan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa Roh, sebagai syarat mutlak (Lih. V. 10) Tujuannya adalah harus untuk menyatakan kasih Kristus dan untuk saling membangun kepentingan bersama. Paulus juga menekankan bahwa karunia masing-masing jemaat yang ada dalam tubuh Kristus itu adalah berasal daro Roh yang satu dan tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah, maka relevasinya harus saling melengkapi satu dengan yang lain, bukan untuk saling menonjolkan diri atau sebagai ajang persaingan. Hal itu juga mengajar kita dalam pelayanan di gereja, setiap orang memiliki karunia yang berbeda-beda dan khusus, tujuannya adalah agar saling melengkapi dan saling membangun demi kemuliaan nama Tuhan. 

Refleksi:
            Mari berfikir sejenak, kemudian temukan karunia apa yang ada pada diri kita. Yakinkan diri kita bahwa itu adalah berasal dari Tuhan yang diberikan dengan tujuan untuk saling membangun, saling melengkapi dan demi kepentingan bersama. Apakah kita sudah mengembangkan setiap karunia itu dengan benar dan memuliakan Tuhan! Dan apakah kita sudah membiarkan Sang pemberi karunia itu mengerjakannya dalam hidup kita (band. V. 11)

Tekadku:
            Saya mengucap syukur kepada Tuhan yang telah mengaruniakan suatu karunia kepada saya. Saya bertekad untuk mempergunakan karunia dari Tuhan itu dengan benar sehingga dapat membangun diri saya sendiri dan sesama demi kemuliaan Tuhan. 

Tindakanku:
Mulai saat ini aku mau mengembangkan karunia Tuhan yang ada padaku, walaupun kelihatan sederhana, misalnya: berdoa bagi orang lain, memuji Tuhan dalam wadah PNJ, membaca Alkitab atau menyambut jemaat bahkan membersihkan lingkungan gereja. Biarlah kemulian hanya bagi Tuhan saja.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«