suplemenGKI.com

I Korintus 3:1-4

TAHU DIRI DONG !

 

Pengantar
Perselisihan yang terjadi dijemaat Kristen dikota Korintus mengundang reaksi Paulus. Perselisihan itu mengancam persekutuan jemaat yang telah terbangun cukup lama. Jemaat Kristen di kota Korintus, menurut pandangan Paulus, masih belum mengalami pertumbuhan rohani. Paulus memandang bahwa mereka masih sama seperti ketika Paulus datang menyampaikan pemberitaan injil.

Pemahaman

Ayat 1-2               Teguran apa yang disampaikan Paulus kepada Jemaat Kristen di kota Korintus ?

Ayat 3-4               Bukti apakah yang ditunjukkan Paulus kepada jemaat Kristen bahwa mereka belum mengalami pertumbuhan iman ?

Sejak semula Paulus sangat intens melakukan korespondensi dengan jemaat Kristen di kota Korintus. Paulus seringkali mengirimkan suratnya kepada jemaat Kristen di Korintus. Paulus benar-benar menempatkan dirinya sebagai seorang gembala yang membimbing domba-dombanya agar mengalami pertumbuhan iman.

Saat Paulus mendengar bahwa ada perselisihan yang terjadi antara anggota-anggota jemaat Kristen di Korintus, Paulus mengirimkan suratnya untuk menegur sikap jemaat Korintus. Dalam bagian teks bacaan, Paulus mengingatkan jemaat Kristen di Korintus tentang kondisi awal saat Paulus memberitakan injil ditengah-tengah mereka (ayat 1-2). Bahwa mereka masih belum mengetahui dan memahami iman Kristen. Tampak nada kekecewaan Paulus muncul dalam pernyataannya. Paulus secara konkrit memperlihatkan bukti perselisihan yang terjadi diantara mereka (ayat3-4). Paulus memperlihatkan bahwa jemaat Kristen di Korintus masih membiarkan hawa nafsu dan hal-hal lahiriah menguasai mereka.

Paulus bertujuan mengingatkan dan menyadarkan jemaat Kristen di Korintus tentang kondisi mereka diawal pemberitaan Paulus. Paulus sebenarnya berharap jemaat Kristen di Korintus terus membangun kehidupan iman mereka sampai terjadi pertumbuhan. Namun yang terjadi justru sebaliknya.

Kondisi jemaat Kristen di kota Korintus merupakan sebuah pembelajaran penting bagi kehidupan berjemaat saat ini. Seringkali kita mengaku dan memperlihatkan bahwa kita telah matang dalam iman. Matang secara rohani. Namun yang menjadi aneh adalah dalam persekutuan masih terjadi perselisihan, iri hati, kebencian dan lain sebagainya. Sebenarnya sungguhkah kita telah mengalami pertumbuhan iman. Atau sebenarnya kita sedang memperlihatkan kemunduran iman?

Refleksi
Persekutuan yang mengalami pertumbuhan iman dapat terlihat dari sikap yang dibangun oleh setiap anggota dalam persekutuan tersebut. Sukacita, kesabaran, kelemah lembutan, kepedulian, kasih sayang dan lain sebagainya. Apabila dalam persekutuan hal itu belum terjadi maka sebenarnya anggota-anggota dalam persekutuan belum bertumbuh secara rohani.

Tekadku
Ya Allah, mampukan kami hidup sebagai anggota persekutuan yang selalu memelihara kasih dan kepedulian, bukan kebencian. Tolong kami menjadi anak-anak-Mu yang taat dan takut akan Engkau.

Tindakanku
Memberikan perhatian kepada sesama anggota di persekutuan. Menyelesaikan persoalan dalam persekutuan dengan ketenangan dan damai sejahtera.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«