suplemenGKI.com

Bacaan : I Korintus 6 : 12-20.

Kita adalah anggota tubuh Kristus.

Pengajaran rasul Paulus dalam bacaan ini di latarbelakangi oleh status baru yang telah dimiliki orang percaya, yakni status sebagai umat yang telah disucikan, dikuduskan, dan dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam nama Roh Kudus. Berada dalam status baru berarti berhadapan dengan sebuah kesempatan baru untuk mengisi hidup ini dengan sesuatu yang lebih bermakna.

Pertanyaan penuntun.

  1. Mengapa rasul Paulus membuka bagian ini dengan kalimat,’segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna’ [ayat 12]
  2. Apa yang dimaksudkan rasul Paulus dengan pernyataan, ‘tubuh ini untuk Tuhan’ [ayat 13]
  3. Apa yang di maksud dengan pernyataan bahwa, ‘tubuhmu adalah anggota tubuh Kristus ? mengapa Paulus menghubungkan dengan percabulan ? [ayat 15]
  4. Apa nasehat Paulus tentang dosa percabulan ? [ayat 18].

RENUNGAN.

Bagi Paulus penghayatan terhadap status baru tersebut berdampak terhadap keharusan umat untuk mempersembahkan tubuhnya kepada Tuhan atau memuliakan Allah dengan tubuh. Secara khusus hal tersebut dipahami sebagai upaya untuk menjauhkan diri dari dosa percabulan. Percabulan dapat diartikan sebagai perbuatan keji dan kotor, tidak senonoh, asusila [penyelewengan dosa sexual/kumpul kebo] dan lain sebagainya. Percabulan bisa berwujud tindakan maupun perkataan.
Jemaat Korintus yang terletak di kota besar terpengaruh oleh gaya hidup masyarakat Korintus lainnya yang menganut gaya hidup sex bebas, sehingga banyak jemaat yang terseret dalam kehidupan yang tidak sehat [ melakukan percabulan]. Menanggapi persoalan percabulan ini rasul Paulus membuka suratnya dengan kalimat,’segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna’. Bagi Paulus  setiap orang diperbolehkan mempergunakan tubuhnya secara bebas, akan tetapi sebagai orang percaya kita diajar untuk memilih mempergunakan hanya untuk hal-hal yang bermanfaat dan bagi kemuliaan Tuhan. Untuk itu rasul Paulus memberikan beberapa alasan.

Pertama : bahwa tubuh kita bukan untuk percabulan melainkan untuk Tuhan [ayat 13]. Tuhan menciptakan manusia untuk kemuliaan Tuhan. Oleh sebab itu jemaat Korintus harus memahami tujuan tersebut sehingga dapat menjalani hidup dengan penuh tanggung jawab bahkan tidak menyia-nyiakan tubuhnya untuk percabulan tetapi dapat mempersembahkan hidupnya untuk Tuhan.

Kedua : bahwa tubuh kita adalah anggota tubuh Kristus. [ayat 15]. Ketika seseorang menyatakan imannya kepada Allah maka pada saat itu pula ia menjadi bagian dari tubuh Kristus. Ia menjadi bagian dari persekutuan orang-orang percaya dimana Kristus menjadi kepalanya. Setiap perbuatan dan tindakannya diharapkan dapat mencerminkan keberadaan Kristus.
Setiap orang percaya harus menyadari bahwa hidupnya [tubuhnya] adalah milik Kristus, oleh sebab itu ia harus memakai hidupnya hanya untuk Kristus, perbuatan dan tutur katanya juga harus mencerminkan kehidupan Kristus. Bagaimana  dengan hidup saudara ? apakah dipersembahkan untuk kemuliaan Kristus ? semoga kita telah memakai hidup kita untuk kemuliaan Kristus. Amin.

 Sesungguhnya hidup kita adalah milik Kristus maka setiap perbuatan kita harus mencerminkan pribadi Kristus”.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*