suplemenGKI.com
Batu Karang

Batu Karang

1Korintus 9:1-14.

Layak Mendapat Upah.

Dalam bacaan hari ini kita menjumpai pernyataan-pernyataan Rasul Paulus yang bernada sentimentil, tetapi jika disimak baik-baik cukup mengharukan. Paulus seakan berhadapan dengan pihak-pihak yang tidak mengakui bahkan mungkin tidak menerima statusnya sebagai rasul Tuhan yang telah banyak membawa orang kepada Kristus. Tidak mudah bagi rasul Paulus untuk menerima kenyataan demikian, walaupun sesungguhnya semua sikap atau respons sekelilingnya tidak pernah bisa mempengaruhi kemantapan dan kemurnian hatinya untuk terus memberitakan Kristus bagi banyak orang. Nampaknya Paulus ingin mendidik sesuatu kepada jemaat Korintus maupun setiap pendengar melalui pernyataan-pernyataannya ini.

Pertanyaan-pertanyaan penuntun:
1.    Menurut saudara, apakah rasul Paulus sedang kurang beriman kepada Tuhan dalam hal penghidupannya lalu kemudian mengalihkan pengharapan kepada tanggungjawab manusia?
2.    Menurut saudara, wajarkah bagi Paulus untuk mengingatkan jemaat Korintus maupun pendengar berkaitan dengan status kerasulannya?
3.    Menurut saudara, apa sesungguhnya tujuan pernyataan panjang lebar Paulus mulai dari ay. 1-12?
4.    Apa yang saudara peroleh dari setiap pernyataan Paulus pada bagian ini?

Renungan:
Pernyataan “Tidakkah kami mempunyai hak untuk makan dan minum” pada ay.4 mengandung dua nilai yang sangat mendasar tentang keberadaan manusia. Pertama: Semua yang namanya manusia menbutuhkan makan dan minum untuk kelanjutan metabolisme hidupnya. Kebutuhan mendasar itu tidak bisa diabaikan dengan alasan apapun juga, termasuk ketika dia adalah seorang Rasul Tuhan. Ke dua: Semua manusia layak untuk menikmati hasil secara riil melalui apa yang dikerjakannya. Paulus bukanlah pribadi yang menavi atau meniadakan aspek kemanusiaannya ketika ia berjalan dan bekerja di jalur Tuhan, Paulus sadar betul bahwa dia adalah manusia biasa yang tetap bisa hidup secara wajar. Itulah sebabnya dia tetap ingin terus melibatkan siapa saja yang telah dilayaninya untuk berbagi dalam memikirkan haknya sebagai pekerja Tuhan.
Kerasulan Paulus memang cukup kontroversial, terkait dengan latarbelakangnya yang pernah menjadi penganiaya jemaat Tuhan. Hal itu tidak mudah untuk dilupakan begitu saja oleh masyarakat maupun Paulus sendiri. Tetapi pernyataan Paulus tentang kerasulannya (v. 1-3) bukan bermaksud untuk meyakinkan atau memaksa orang untuk menerimanya, melainkan justru agar jemaat menerima kerasulannya bukan karena presentasi verbalnya tetapi sebaiknya melalui kehidupan jemaat yang telah mengalami kasih dan keselamatan dari Tuhan karena pelayanannya (v.2-3)
Paulus, memiliki tujuan yang lebih khusus terkait dengan semua pernyataannya mulai ay. 1-12, yaitu agar jemaat Korintus dapat bertumbuh pada pengenalan akan Tuhan Yesus melalui pelayanannya, tetapi juga bertumbuh dalam tanggungjawab dan kesadaran untuk bersyukur melalui kepeduliaannya kepada pekerjaan Tuhan dan penghidupan pekerja Tuhan (v. 13-14)
Ketika kita tahu bahwa hidup kita sudah menjadi milik Tuhan, kita tentu harus bersyukur karena kita sudah diselamatkan dan menjadi ahliwaris kerajaan Sorga. Tetapi kadangkala kita lupa kepada milik Tuhan yang lain. Yaitu sesama kita yang Tuhan tempatkan di sekitar kita. Tahukah kita bahwa kita di tempatkan Tuhan di sekitar saudara-saudara kita, termasuk para pekerja Tuhan adalah bertujuan agar kita dapat mengekspresikan syukur kita kepada Tuhan dengan lebih sempurna melalui belarasa, simpati dan empati kita kepada mereka. Adakah kita terpanggil untuk hal demikian? Amin.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*