suplemenGKI.com

Yakobus 5:7-10

Sikap Terpenting Dalam Menghadapi Penderitaan

Mart De Haan (penulis aktif Our Daily Bread) dalam sebuah tulisannya, menceritakan tentang kisah sikap seorang pemain bisbol terkenal bernama Steve Kemp dari Detroid. Dalam suatu pertandingan musim panas ketika kompetisi memasuki final memperebutkan predikat juara antar daerah, Steve Kemp, pemain terkenal dan menjadi andalan timnya terkena lemparan di kepalanya secara sengaja oleh pemain lawan. Tindakkan itu dalam aturan permainan bisbol jelas sebuah pelanggaran, karena dengan sengaja melempar ke arah kepala lawan untuk menciderai lawan. Sesuai prosedur pertandingan, tim tersebut langsung bisa dianggap kalah secara tidak hormat, artinya pertandingan tidak dilanjutkan dan dianggap kalah mutlak. Tetapi Steve Kemp, sebagai kapten tim tidak menuntut dengan cara demikian, malah dengan sikap bersahabat dia berkata “kami ingin memenangkan pertandingan dengan cara bertanding sampai selesai” dan pada akhirnya Steve dan teman-temannya memenangkan pertadingan itu. Ketika diwawancarai, “mengapa anda dan tim tidak mengambil keuntungan dari kejadian pelemparan sengaja untuk menang dengan mudah?” Steve  berkata: “keberhasilan tanpa sebuah penderitaan itu tidak ada nilainya, tetapi bagaimana sikap dalam menghadapi penderitaan untuk menang itu yang penting dan bernilai”

Pertanyaan-pertanyaan penuntun:

1.       Apa yang saudara tangkap sebagai sikap terpenting dalam menghadapi penderitaan di masa penantian kedatangan Tuhan?

2.      Apa yang menjadi bagian dari orang yang telah bersabar, teguh, tidak bersungut dan mau mengikuti teladan yang baik selama masa penantian?

3.      Apakah saudara ingin memiliki sikap demikian dalam menantikan kedatangan Tuhan?

Renungan:

Dari gambaran situasi saat surat Yakobus ini ditulis yaitu situasi yang penuh penderitaan, maka ada kemungkinan waktu penulisannya adalah pada pertengahan abad pertama di mana terjadi masa-masa penganiayaan terhadap orang-orang Kristen yang tersebar di luar Palestina. Surat ini juga ditulis dengan pemahaman bahwa kedatangan Tuhan/parausia akan tiba dengan segera (ayat. 8)

Hal terpenting dalam surat Yakobus ini adalah penulis mengajarkan beberapa sikap dalam menghadapi penderitaan: 1) Kesabaran, merupakan buah roh yang memampukan orang percaya untuk tetap setia kepada Tuhan. 2) Keteguhan hati, sebuah penegasan dari kesabaran yang menuntun pada tetap tegar menghadapi penderitaan tanpa harus kehilangan prinsip iman kepada Tuhan. 3) Tidak bersungut-sungut, sebuah sikap yang dibutuhkan untuk menjaga keutuhan dan kesatuan jemaat di saat penderitaan datang sehingga tidak terjadi saling menyalahkan. 4) Mengikuti teladan hidup para nabi, sebuah sikap yang bersifat holistik atau menyeluruh dari para nabi ketika mereka mengalami penganiayaan dalam rangka menyampaikan suara kenabiannya.

Yakobus menekankan diakhir perikop ini “Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun dalam penantian walaupun dalam penderitaan. Kita sebagai orang-orang percaya, hari ini hidup pada jaman yang tidak mudah, itu merupakan bagian dari penderitaan kita, tetapi mari kita memiliki sikap yang seperti diajarkan oleh Yakobus dalam bagian ini, maka kita akan disebut berbahagia, karena kita memenangi perjuangan dengan hasil yang bernilai.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«