suplemenGKI.com

TUHAN-LAH KEKUATANKU

Mazmur 118:1-2, 14-24

 

Pengantar
Bersyukur, memuji, dan memuliakan Tuhan, adalah respon yang kita lakukan ketika menerima segala kebaikan Tuhan. Apa yang telah Tuhan berikan, membuat kita mengerti betapa Dia mengasihi anak-anak-Nya. Jika dalam keadaan pergumulan bertubi-tubi, seperti ditimpa sakit penyakit, kehilangan pekerjaan, masa depan tak menentu, apakah kita masih dapat bersyukur dan memuji Tuhan? Ada kalanya ketika menghadapi hal-hal itu, kita justru tenggelam dalam persoalan dan meratapi diri. Saudara, Daud pernah mengalami situasi sulit dalam hidupnya, sebelum akhirnya ia berhasil menguasai Israel sepenuhnya dan menjadi raja. Bagaimanakah sikap Daud di dalam menghadapi situasi sulit itu? Marilah kita merenungkannya?

Pemahaman

  • Ayat 14          : Apakah yang telah diperbuat oleh Allah dalam hidupnya, sehingga Daud bersyukur, memuji dan memuliakan nama-Nya?
  • Ayat 17          : Apakah yang akan Daud lakukan setelah mengalami seluruh perbuatan Allah di dalam hidupnya?

Mazmur 118 ditulis oleh Daud setelah ia melewati banyak pengalaman dalam hidupnya. Ia bersyukur dan bersukacita atas segala kebaikan Tuhan di dalam hidupnya. Bahkan dalam masa tersulit pun, Daud tetap mengalami kebaikan Tuhan. Jika kita perhatikan di ayat 5, Daud pernah mengalami kesesakan dan bahaya besar yang dialami. Ia merasa tak berdaya, banyak orang membencinya, musuh-musuh mengelilinginya. Di tengah kondisi demikian, hanya “Tuhan-lah yang menjadi kekuatan dan keselamatannya” (ayat 14). Kata ‘kekuatan’ ini menggambarkan bahwa keperkasaan dan kekuasaan Allah dalam hidup manusia. Melalui hal ini, Daud meyakini bahwa dengan kekuatan dari Tuhan akan memampukannya bertindak dengan bijak dan kekuatan dari Tuhan akan senantiasa mengiburnya. Selain itu, Daud juga mendapatkan keselamatan, yakni aman atau dilepaskan dari segala yang jahat, yang dapat mengancam hidupnya.

Oleh karena itu, ketika Daud menerima pertolongan dari Tuhan, selamat dari bahaya maut yang kapanpun dapat mengintai dan mengancamnya, maka ia pun mau menceritakan perbuatan-perbuatan Tuhan dalam hidupnya (ayat 17). Ia mengalami dan merasakan semangat yang kuat, sehingga ia berjanji untuk hidup memuji dan mengagungkan Allah. Daud pun meyakini bahwa dengan memuji dan mengagungkan Allah, merupakan wujud hidup yang percaya dan berbakti kepada-Nya.

Refleksi
Dalam kondisi yang tak ideal, manakah sikap yang saudara pilih: cenderung mengasihani diri atau tetap bersyukur pada Tuhan dan yakin akan pertolongan Tuhan? Persoalan dan penderitaan hidup, bukanlah akhir dari segalanya. Tuhan berkarya dan hadir menyapa kita, sehingga kita dimampukan untuk kuat, bangkit, dan hidup bergantung sepenuhnya kepada Tuhan. Sehingga ketika kita telah mengalami kebaikan Tuhan, kita pun akan belajar untuk hidup berbakti kepada-Nya.

Tekadku
Tuhan, ampuni bila selama ini aku lebih banyak mengeluh atas kondisi ideal yang ku alami. Ajarku untuk tetap bersyukur atas segala kebaikan-Mu dalam segala keadaan.

Tindakanku
Aku akan membagikan pertolongan Tuhan ketika menghadapi masa tersulit, melalui media sosial ataupun menceritakannya kepada salah seorang rekanku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«