suplemenGKI.com

Bacaan : Roma 9 : 1-6.

KERELAAN UNTUK BERKORBAN

PENGANTAR :
Menjadi umat Yahudi akan merasa  bangga karena mereka adalah umat pilihan Allah. Bahkan Allah mengangkat mereka sebagai anakNya, Allah memberi mereka perjanjian, pelayanan Bait Allah dan Hukum Taurat, memberi kepada mereka kehadiran kemuliaannya sendiri, memberi mereka Bapa-bapa leluhur yang beriman. Pendek kata orang Yahudi  memiliki banyak keistimewaan. Namun disisi lain adalah bahwa Yesus Sang Mesias adalah orang Yahudi yang justru ditolak  mereka bahkan disalibkanNya. Rasul Paulus sadar bahwa ia memberitakan Yesus kepada orang Yahudi yang mereka  tolak. Lalu bagaimana sikap Paulus ?

PEMAHAMAN :

1. Bagaimana sikap Paulus dalam menghadapi situasi yang sulit ini ? ( ayat 1-2).
2. Apa yang dilakukan Paulus ? (ayat 3-6).
3. Pelajaran apa yang dapat kita petik melalui pergumulan Paulus ?

Sebagai seorang rasul Kristus yang memiliki keyakinan yang kokoh terhadap Injil Keselamatan, maka Paulus memiliki kerinduan yang besar untuk menyampaikan Injil keselamatan itu kepada orang-orang Yahudi. Walaupun mereka  telah menolak dan menyalibkan Yesus namun Paulus ingin orang-orang Yahudi dapat mendengar kabar keselamatan. Paulus sadar bahwa ia sendiri adalah orang Yahudi, ia tidak dapat melupakan kecintaannya kepada bangsanya. Kerinduan Paulus  hanyalah satu yaitu supaya mereka dapat menenima Anugerah keselamatan. Oleh sebab itu dengan kehancuran hatinya Paulus menyampaikan Injil keselamatan itu kepada mereka, agar keselamatan yang dimiliki Paulus juga menjadi milik mereka juga. Bahkan Paulus bersedia mengorbankan nyawanya sendiri, jika dengan melakukan hal itu ia dapat membawa saudara sebangsanya kepada Yesus. ( ayt 3). Bukankah ini merupakan wujud kecintaannya kepada jiwa-jiwa yang belum diselamatkan. Ia akan terus berjuang memberitakan Injil dengan keyakinan bahwa setiap injil keselamatan yang disampaikan kepada orang yang belum percaya tidak akan kembali dengan sia-sia (ayt 6).

Semangat Paulus dalam memberitakan injil, sebagai wujud kecintaannya kepada bangsanya kiranya menjadi teladan bagi kita. Sebagai orang percaya seharusnya kita juga memiliki kerinduan yang besar untuk menyampaikan injil keselamatan  kepada mereka yang belum mendapat keselamatan. Marilah kita menyampaikan kabar keselamatan tersebut dengan penuh cinta. Ayo pasti kita bisa.

 

REFLEKSI :
Jawablah dalam perenungan. Apakah saudara sudah memiliki Anugerah keselamatan ? Jika sudah ! Sudahkan anda membagikannya kepada orang lain ?

TEKADKU :
Ya Tuhan, tolonglah saya agar memiliki kerinduan dan keberanian menyampaikan injil keselamatan.

 TINDAKANKU :
Mulai hari ini saya akan berdoa agar saya diberi keberanian untuk memberitakan injil keselamatan kepada orang lain.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«