suplemenGKI.com

JELAJAH KAMERA

15/05/2011
Pohon Natal dari gelas plastik

Pohon Natal dari gelas plastik

POHON NATAL DARI GELAS PLASTIK

Ide dan Proses

Pohon Natal GKI Ressud tahun ini sangat terasa unik. Karena bahannya adalah dari gelas plastik air minum mineral bekas yang dirangkai dan disusun menjadi satu.

Bermula dari Natal 2009,  Panitia Natal bersama Tim Lingkungan Hidup GKI Residen Sudirman menggagas sebuah ide untuk membuat pernak-pernik Natal yang terbuat bahan daur ulang. Akhirnya diputuskan untuk membuat pohon natal dari gelas plastik air minum mineral bekas. Gereja GKI Ressud juga termasuk penghasil sampah gelas plastik air minum kemasan. Hal ini sejalan dengan visi yang digarap oleh Tim Lingkungan Hidup GKI Residen Sudirman yakni ”GKI Ressud Go Green”.

Desember 2009 Tim Lingkungan Hidup membuat 2 buah pohon Natal mini (tinggi sekitar 50 cm) berbahan gelas plastik tersebut, yang ditempatkan di kanan-kiri meja mimbar sebagai contoh/master.  Hal ini dikarenakan keterbatasan waktu pembuatan dan keterbatasan bahan.  Sejak itu pengumpulan gelas plastik terus dilakukan di kalangan jemaat.   Pada bulan April 2010, Tim Lingkungan Hidup mengadakan beberapa kali pelatihan untuk  melatih jemaat yang ingin terlibat untuk membuat pohon Natal tersebut. Sementara itu gelas-gelas plastik pun terus dikumpulkan dari setiap rapat atau latihan yang diadakan di gereja  dan juga hasil sumbangan dari jemaat. Gelas-gelas yang terkumpul itu dibersihkan, dipotong dan dirangkai dan secara gotong-royong dikerjakan oleh jemaat GKI Ressud di bawah koordinasi Tim Lingkungan Hidup.

Hasil

Dari hasil jerih lelah jemaat selama hampir satu tahun itu, akhirnya selesailah Pohon Natal GKI Ressud 2010 yang sangat indah dengan tinggi 4,67 m yang dibangun dari sekitar 18.000 gelas plastik air minum mineral bekas. Pohon Natal itu terasa lebih indah dengan taburan 1.120 lampu LED warna putih yang dipasang pada setiap ujung ranting pohon.  Pada ujung tertinggi ditempatkan sebuah bintang yang juga bertabur lampu LED.  Pohon Natal ini juga didesain  dapat berputar 360 derajat.  Karena itu karya ini sungguh merupakan suatu perpaduan yang nyata dari berbagai talenta. Masing-masing jemaat yang terlibat dalam pembuatannya, saling melengkapi dengan indahnya bagi kemuliaan dan kebesaran NamaNya.

Makna dan Harapan

Setidaknya ada dua makna yang dapat kita petik dari proses pembuatan pohon Natal ini. Yang pertama, untuk mendapatkan suatu hasil/buah yang kita inginkan harus melalui proses “pembersihan”. Gelas-gelas yang semula adalah sampah itu, harus dibersihkan bahkan harus  dipotong dan dibentuk oleh tangan tangan yang terampil agar pada akhirnya menjadi suatu yang indah dan bercahaya. Begitu pula dengan kita. Kita yang adalah manusia berdosa, sejatinya kita semua adalah ”sampah” yang tidak berguna bagi Kerjaan Allah.  Tuhan mau dan bersedia berlelah-lelah memungut dan membersihkan kita.  Kita dibentuk-Nya melalui setiap kesulitan dan tantangan hidup. Sampai pada akhirnya kitapun akan menjadi pribadi yang indah, bersinar dan berkenan bagi Tuhan serta menjadi berkat bagi orang-orang di sekitar kita.

Yang kedua, pada awal pembuatan, kekuatiran akan bagaimana ide ini dapat terwujud sungguh sangat dirasakan.  Ide tersebut terasa sulit dan terlalu besar untuk diwujudnyatakan. Namun ketika ada hati yang mau melayani, dan tangan yang mau bekerja secara bersama-sama, saling melengkapi satu dengan yang lain. Tidak ada suatupun yang mustahil, dan  pertolongan Tuhanpun  akan selalu dinyatakan.

Kiranya terang pohon Natal ini menjadi pewujudan terang kasih Kristus melalui GKI Residen Sudirman yang terpancar ke tengah masyarakat. Segala puji dan hormat hanya bagi Tuhan. (mb-anp)

Sumber: Majalah Berkat No. 90/ Th XXIII – Edisi Juni 2011

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*