suplemenGKI.com

Jumat, 15 Januari 2015

1 Korintus 12:1-11

PENGANTAR

Seorang bapak memiliki tiga orang anak laki-laki. Ketiga anaknya tersebut memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Anak pertama pandai memasak namun pendengarannya kurang berfungsi dengan baik. Anak kedua pandai berkebun namun gagap dalam berbicara. Sedangkan anak ketiga pandai bernyanyi namun kakinya agak sedikit pincang. Dalam kesehariannya mereka bertiga saling membantu satu dengan yang lain, meskipun gesekan sering terjadi pada ketiganya. Mereka saling menopang satu dengan yang lain dalam kekurangannya karena sadar karunia yang dimiliki adalah anugerah dari Sang Pencipta. Saudara, Tuhan memberikan karunia kepada tiap-tiap orang. Karunia yang ada jangan membuat diri merasa sombong. Tetapi bagikan kepada orang lain sebagai wujud syukur kita kepada Allah.

PEMAHAMAN

  • Ayat 1-3   : Mengapa Paulus ingin menjelaskan tentang karunia Roh kepada jemaat di  Korintus ?
  • Ayat 7      : Apa makna dari pernyataan Paulus, “tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama” ?

Rasul Paulus menuliskan tentang karunia-karunia Roh Kudus karena masalah karunia Roh tidak dapat terlepas dari kehidupan jemaat mula-mula sebagai anggota tubuh Kristus. Karunia dianugerahkan oleh Allah sebagai bukti kehadiran Roh Kudus. Paulus juga menjelaskan tentang karunia roh kepada jemaat di Korintus yang dulunya belum mengenal Allah, yang pikirannya masih dipenuhi oleh berhala-berhala. Orang-orang Korintus saling bersaing dalam menggunakan karunia yang mereka miliki. Oleh sebab itu Paulus ingin menandaskan bahwa karunia yang ada harus digunakan untuk kepentingan bersama.

Roh Kudus memberikan karunia khusus kepada tiap-tiap orang untuk kepentingan bersama (ayat 7), yaitu untuk kepentingan pembinaan jemaat. Jemaat harus berperan serta dalam kepentingan gereja dan dunia dalam rangka pemenuhan Kerajaan Allah di dunia. Kata “Karunia” berasal dari bahasa Yunani “Charismata” adalah karunia rohani yang diberikan oleh Allah secara cuma-cuma untuk melakukan kesanggupan dalam pelayanan bagi pembangunan tubuh Kristus dan dunia. Setiap orang yang telah menerima karunia harus meneruskannya kepada orang lain sehingga setiap orang dapat merasakan kehadiran Allah dalam hidupnya.

REFLEKSI

Sudahkah Anda menyadari dan mensyukuri karunia yang sudah diberikan oleh Tuhan? Langkah konkrit apakah yang sudah Anda lakukan untuk mewujudkan karunia-karunia tersebut dalam hidup bergereja dan bersama masyarakat?

TEKADKU

Tuhan tolonglah aku untuk selalu bersyukur dan menyadari betapa besar karunia yang Kau berikan padaku. Ajarku untuk mau melayani Tuhan dan sesama dengan karunia yang kumiliki tanpa iri hati.

TINDAKANKU

Hari ini aku akan belajar melayani Tuhan di gereja sesuai dengan karunia yang kumiliki dan membagikannya kepada orang-orang di sekitarku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*