suplemenGKI.com

Kamis, 6 September 2012

Yakobus 2:1-13

Penulis surat Yakobus bermaksud memberikan semangat kepada orang Kristen Yahudi yang sedang menderita karena imannya agar tetap hidup dan bersikap benar sebagai orang-orang beriman dalam perbuatan sehari-hari.
Pendalaman Teks Alkitab
• Ayat 1 : Apakah nasihat yang diberikan kepada jemaat dalam ayat ini?
Mengapa nasihat ini diberikan ( ayat 2, 6,9)
• Ayat 2-4 : Apakah arti memandang muka?
• Ayat 5, 10-13 : Mengapa orang Kristen tidak boleh memandang muka?
• Pernahkah Saudara terjatuh dalam kesalahan memandang muka?
• Apakah yang akan Saudara lakukan agar tidak terjatuh dalam kesalahan memandang muka?

Renungan:
Dalam bagian ini Yakobus ingin mengajak umat meneladan KRISTUS yang tidak pernah memandang muka karena status sosial seperti miskin atau kaya, tuan atau hamba. Memandang muka adalah sikap pilih kasih; keberpihakan yang tidak semestinya dan tidak adil. KRISTUS menghendaki umat-Nya memandang manusia dan perilakunya lebih daripada yang dimiliki atau yang dipakainya. Orang Kristen tidak diperkenankan tebang pilih antara orang kaya dan orang miskin. Tampaknya pada waktu itu dalam kehidupan gereja ada masalah perbedaan sosial yang sangat tajam.

Sebagai orang Kristen, umat dilarang bertindak menghakimi seseorang atau “menjadi hakim dengan pikiran jahat” yang berpihak kepada orang dengan status sosial tertentu. TUHAN tidak menghendaki perlakuan yang tidak adil. Dalam ayat 5 ditegaskan bahwa orang miskin bisa saja kehilangan hak-haknya di masyarakat, tapi haknya sebagai pewaris kerajaan ALLAH tidak hilang. Kemiskinan memang merupakan belenggu dan penderitaan, tapi kemiskinan tidak mematikan kemanusiaan. Orang miskin juga bisa punya rasa takut akan TUHAN, punya cinta, punya kasih dan punya kerendahan hati.

Dalam ayat 6 dan 7, ada indikasi bahwa masyarakat saat itu melakukan praktek penindasan orang kaya terhadap orang miskin. Orang kaya bisa memperlakukan orang miskin seenaknya hanya karena orang miskin tidak dapat membayar hutangnya. Mereka tidak dapat membayar hutang sebab untuk hidup saja sudah berat. Perilaku yang sewenang-wenang inilah yang dikecam Yakobus karena tidak mencerminkan nilai-nilai kekristenan. Ujung-ujungnya justru merusak nama baik Kristen sendiri. Jemaat diingatkan untuk melakukan hukum kasih. Sesungguhnya kasih yang benar dilakukan tanpa memandang muka.

Charlie Brown, tokoh serial kartun, identik dengan orang yang diremehkan, mungkin karena ia selalu menganggap dirinya demikian. Dalam suatu kisah digambarkan ia sedang membangun sebuah rumah burung saat Lucy si nyinyir mampir. “Aku membangunnya untuk burung pipit,” kata Charlie. Lucy menyahut, “Untuk burung pipit? Tidak ada orang yang membangun rumah untuk burung pipit.” “Namun aku melakukannya,” jawab Charlie Brown. “Aku selalu membela burung yang lemah.” Kadang kala orang Kristen melupakan “burung-burung pipit”, yaitu orang-orang kecil di dunia mereka. Mereka mengabaikan orang-orang yang mereka anggap kurang penting dan cenderung memihak pada orang-orang yang kuat.
Dalam gereja seharusnya tidak ada pembedaan status sosial.Yakobus mengatakan tidak benar bila orang Kristen bersikap memandang muka atau pilih kasih. Kita berdosa jika menunjukkan sikap pilih-pilih dalam bergaul dengan mempertimbangkan faktor sosial, ekonomi, pendidikan, atau etnis. Tidak ada alasan untuk tidak menghormati orang lain dengan sikap dan perkataan kita. Ingatlah YESUS menghargai semua orang bahkan IA juga bergaul dengan orang-orang yang direndahkan di masyarakat. Ia bergaul dengan pemungut cukai, para pendosa, orang-orang bukan Yahudi, orang-orang dari ras campuran, orang miskin, begitu juga orang kaya.

Mari membuka hati agar kasih KRISTUS menguasai  
dan memampukan kita memiliki kasih sejati kepada semua orang.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«