suplemenGKI.com

Selasa, 3 Juni 2014

Bilangan 11:26-30

Pengantar
Apakah yang akan Anda lakukan apabila melihat kuasa dan urapan Roh TUHAN dialami oleh orang-orang yang tidak patuh? Bersyukur ataukah marah? Marilah kita merenungkannya!

Pemahaman
• Ayat 26-27 : Apakah yang terjadi dalam diri Eldad dan Medad?
• Ayat 28        : Mengapa Yosua meminta Musa mencegah Eldad dan Medad         yang sedang kepenuhan seperti nabi?
• Ayat 29-30 : Bagaimanakah tanggapan Musa terhadap usulan Yosua?

Eldad dan Medad adalah dua orang yang juga dipilih menjadi pemimpin yang menolong Musa namun mereka tidak bergabung dengan para tua-tua yang berkumpul di sekeliling kemah. Mereka masih tinggal di tempat perkemahan. Sekalipun demikian mereka tetap beroleh urapan Roh TUHAN. Karunia Roh yang diberikan kepada mereka ini sama sekali tidak terduga. Hal ini mengajarkan kepada kita akan sebuah kenyataan bahwa sesungguhnya tidak ada seorang pun yang bisa membatasi karya Roh TUHAN.

Yosua mendesak Musa untuk menghentikan Eldad dan Medad yang juga kepenuhan seperti nabi.Tampaknya Yosua takut kalau-kalau orang-orang itu mengurangi atau mengancam wibawa dan wewenang Musa. Akan tetapi Musa justru menanggapi dengan kebesaran hati. Dalam ayat 29, Musa mempertanyakan dukungan Yosua: “Apakah engkau begitu giat mendukung diriku?” Musa tidak membatasi karya Roh TUHAN yang bekerja pada semua orang yang dikehendakiNya. Bahkan pada saat itu Musa sangat menghargai karya Roh yang mengurapi Eldad dan Medad. Dalam hal ini Musa menampilkan semangat kepemimpinan sejati yang dipimpin ALLAH. Dia bukan seorang pemimpin yang semaunya sendiri sehingga mempertahankan kedudukannya dengan menghalalkan segala cara. Musa adalah pemimpin yang terbuka akan Roh TUHAN yang bekerja dalam diri orang lain.

Bacaan kemarin dan hari ini mengajarkan kepada kita bahwa Musa adalah pemimpin yang mau berbagi roh kepemimpinan. Dia tidak takut ditinggalkan umat. Dia tidak mengejar kekuasaan pemimpin tapi justru menunjukkan sikap seorang pemimpin yang sedia berbagi wewenang dan peran. Itulah prinsip yang harus dianut oleh semua pemimpin masa kini.

Refleksi
Dalam keheningan, renungkanlah:
Apakah aku percaya bahwa Roh TUHAN juga bisa bekerja dan mengurapi setiap orang yang dikehendakiNya walaupun dia bukan orang yang kuperhitungkan? Pernahkah aku menghalang-halangi orang untuk melayani TUHAN ?

Tekadku
Ya TUHAN, berikanlah aku hati yang selalu terbuka akan luasnya karya Roh-Mu. Janganlah biarkan aku membatasi karya Roh-Mu.

Tindakanku
Aku mau membuka hati dan menghargai setiap orang yang dipakai TUHAN untuk melayani-Nya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*