suplemenGKI.com

Selasa, 8 Juni 2010; 2 Samuel 12:16-25

Melalui renungan kita kemarin, kita belajar bahwa kuasa bisa membawa seseorang pada perilaku yang penuh wibawa atau sebaliknya, bisa menyeret pada tindakan nista, semua bergantung pada pilihan sang penguasa yang bersangkutan. Dan dalam bacaan kita kemarin, kita mengetahui bahwa Daud telah gagal menjadi pemimpin yang berwibawa karena dia menggunakan kekuasaannya untuk perbuatan nista, yaitu ketika dia merancang rencana untuk membunuh Uria, suami Batsyeba. Dengan kepiawaian Daud dalam menyusun strategi perang yang rapi, Uriapun berhasil diperdayai untuk maju berperang di barisan terdepan (sebuah posisi yang rentan dengan kematian—dan memang itu sengaja dilakukan Daud demi memenuhi nafsunya). Strategi jitu itupun berhasil karena Uria akhirnya menjadi korban dalam perang dan nyawanyapun terenggut dalam peperangan itu. Kuasa dan posisi ’bagus’ yang dimiliki Daud membuat tak ada kendala yang bisa mencegat rencana jahatnya. Benarkah demikian? Benarkah kejahatan Daud akan luput?

Hari ini, melalui perikop yang kita baca, kita akan belajar:

Þ    Apa tindakan ALLAH ketika umatNya jatuh dalam dosa?(2Sam 12:1-4)

Þ    Apa tindakan umat ALLAH ketika menyadari diri telah berbuat dosa?(2Sam 12:13)

Renungan:

Untuk sesaat, Daud dapat beria-ria di atas keberhasilannya menggenapkan rencana jahatnya atas Uria demi merebut Batsyeba. Tapi, tak ada secuil kejahatanpun yang luput dari pandangan mata ALLAH. ALLAH melihat kekejian Daud, dan Iapun bertindak. ALLAH benci pada perbuatan Daud namun kita bisa melihat bahwa ALLAH tetap mengasihi Daud. Cinta kasih ALLAH itu ditunjukkanNya melalui cara ’menegur’ Daud. Semestinya DIA bisa langsung menghukum Daud, tapi itu tidak dilakukanNya karena ALLAH ingin menunjukkan sisi lain karakterNya sebagai ALLAH yang penuh Kasih. ALLAH memberi kesempatan Daud untuk memperbaiki diri dengan mengirimkan hambaNya, Natan untuk menegur Daud. Seperti perlakuanNya kepada Daud, begitu juga perlakuan ALLAH kepada setiap kita, umat yang dikasihiNya. Setiap kali kita jatuh dalam dosa, ALLAH selalu memberikan teguran-teguranNya. Oleh sebab itu kita perlu hidup melekat pada FirmanNya karena setiap kali kita jatuh dalam dosa, teguran ALLAH melalui FirmanNya itu selalu terarah kepada kita agar kita bisa mengalami kesempatan bertobat dan memperbaiki diri.

Bagaimana reaksi kita saat Firman TUHAN menegur kita? Dalam merespons kebaikan ALLAH yang menegur dirinya melalui nabi Natan, Daud segera tanggap akan teguran itu dan membuka diri untuk dikoreksi. Daud adalah manusia biasa yang tak luput dari kejatuhan dalam dosa. Tapi mari kita belajar dari teladannya yang segera tanggap akan Firman TUHAN dan segera menyadari dosanya (2 samuel 12:13)

“Selalu ada kesempatan untuk mengenyam pengampunan dan kebaikan,

asalkan kita mau tanggap pada teguran

dan segera menjalani hidup dalam jalan pertobatan”

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»