suplemenGKI.com

Kamis, 2 Juli 2015

Mazmur 48:10-15

Pengantar

Menempuh perjalanan panjang sendirian tidaklah mudah. Lelah, bosan dan putus asa bisa saja mewarnai  hati dan pikiran.  Tentu lain kondisinya bila perjalanan itu kita lalui bersama pribadi yang mengasihi kita dan kita tahu bahwa dia mampu memandu perjalanan kita. Semangat dan kemantapan langkah pastilah kita rasakan. Itulah yang dirasakan oleh umat Israel dalam perjalanan imannya. Mari kita merenungkannya.

Pemahaman

  • Ayat 10-12 : Mengapa umat mengingat kasih setia ALLAH dalam bait-Nya?
  • Ayat 13-14 : Untuk apa umat mengelilingi Sion?
  • Ayat 15  :Bagaimanakah pengakuan umat akan ALLAH yang berkarya dalam hidup mereka?

Dalam bagian ini, para peziarah diajak berkeliling. Dalam arak-arakan mereka penuh sukacita mengelilingi Bait suci dan kota.  Tiap-tiap tempat suci mengingatkan mereka bahwa ALLAH akan membimbing mereka, sebagaimana Dia telah membimbing nenek moyang mereka. Kehadiran ALLAH  di tengah-tengah Israel juga telah menimbulkan kemashyuran-Nya sampai ke seluruh bumi (ayat 11). Oleh karena itu mereka memuji dan membesarkan ALLAH. Harapannya, pujian itu bukan hanya terdengar di kota tapi sampai ke ujung bumi. Tampaknya  pengalaman di masa lampau akan kehadiran dan kesetiaan ALLAH menjadi pengharapan bagi generasi-generasi kemudian, yaitu bahwa ALLAH akan tetap hadir di tengah-tengah mereka sepasti kota yang berbenteng teguh itu berdiri (ayat 13-15).

Inilah yang dimaksudkan pemazmur ketika ia mengatakan bahwa ‘inilah ALLAH, ALLAH kitalah Dia…ALLAH yang memimpin kita (ayat 15). ALLAH yang berdaulat atas seluruh alam semesta (ayat7); ALLAH yang penuh kasih setia namun juga menegakkan keadilan (ayat 10-11). ALLAH yang kepada-Nya dan di hadapan-Nya manusia bergantung dan membuka hidupnya. Relasi umat dengan ALLAH yang seperti ini ini tidak dibatasi oleh waktu. Sebab ALLAH mampu dan tetap akan mampu. ALLAH terus memimpin kehidupan umat-Nya.Itulah pengakuan iman umat Israel.

Relasi umat dan ALLAH adalah relasi abadi. Pimpinan ALLAH dalam kehidupan umat-Nya juga tidak dibatasi oleh waktu. Apakah relasi dan pengakuan iman seperti di atas juga menggambarkan kehidupan iman kita?

Di jaman ini, masyarakat modern telah menawarkan dengan gencar konsep hubungan yang baru yaitu hubungan yang ‘impersonal’ dan berorientasi pada keuntungan semata. Ini juga merasuki kehidupan rohani sehingga ALLAH sering dipandang sebagai mesin ATM. Pemazmur telah mengantisipasi konsep seperti itu dan menegaskan bahwa hubungan manusia dengan ALLAH bukan berorientasi pada keuntungan manusia namun berorientasi pada penundukan diri kepada pimpinan ALLAH (ayat 15b).

Refleksi

Dalam keheningan, pejamkanlah mata. Bayangkanlah Saudara sedang menyusuri jalan panjang yang tak kelihatan ujungnya. Apakah Saudara yakin ada ALLAH, Sang Pengasih yang memimpin perjalanan? Siapkah Saudara terus percaya dan mempercayakan diri untuk dipimpin dan dipandu ALLAH melewati jalan panjang itu?

Tekadku

Ya TUHAN tolonglah aku agar selalu mampu menghargai Engkau sebagai Pemimpin hidupku.

Tindakanku.

Aku akan selalu menyediakan waktu secara berkala untuk berdiam diri dalam keheningan,  berhenti dari segala aktivitas,  agar dapat melihat pimpinan TUHAN di sepanjang jalan kehidupan .

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«