suplemenGKI.com

 

Minggu, 12 Januari 2014

Matius 3:13-17

PENGANTAR

Ketika kita dipilih untuk menjadi anggota panitia Paskah, Natal, Bulan keluarga dan panitia lainnya di gereja kita, tentu ada salah satu proses yang harus dilalui, yaitu pelantikan. Mengapa perlu? Untuk menegaskan kesediaan kita dalam berkarya bagi Allah dan sesama dan untuk meneguhkan langkah kita karena kehadiran Roh Allah menuntun kita.   

PEMAHAMAN

Ay. 13-17  Yesus datang dari Galilela ke sungai Yordan untuk dibaptis oleh Yohanes Pembaptis. Mengapa Yesus harus dibaptis? Dan mengapa kita pun harus dibaptis?

Yohanes adalah orang yang zaman itu berkhotbah dan membaptis orang. Dalam karyanya, ia memberitakan akan datangnya Hakim yang akan bertindak terhadap para pendosa. Dalam menanti kedatanganNya, yang harus dilakukan adalah pertobatan dengan sebuah aksi, yaitu baptisan dalam sungai Yordan sebagai bukti kesiapsediaan orang-orang akan kedatangan seorang Pembaptis yang baru yang akan membaptis dengan Roh Kudus.  Yohanes menggunakan media air yang sesungguhnya hanyalah media yang terbatas.  Tapi Dia yang akan datang akan membaptis dengan  Roh, media yang tak terbatas.

            Di ayat 13, Yesus menemui Yohanes untuk dibaptis, karena Yesus menganggap Yohanes sebagai penyiap jalan bagi kedatanganNya. Dan Yesus pun akan meneruskan karya Yohanes. Selanjutnya, dalam ayat 16 Allah menampakkan diriNya (Epifani/Teofani: Penampakan Allah). Penampakan itu berupa langit terbuka dan Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas Yesus. Bagi bangsa Yahudi, Roh berarti kehadiran Allah yang merasuki orang pilihannya dan memenuhinya dengan kekuatan dan kebijaksanaan demi misi yang diembannya.(Yes. 42:1 dan 61:1). Bacaan ini pun menggambarkan pelantikan Yesus sebagai Mesias yang dipenuhi Roh Kudus.

            Marilah kita juga mengingat bahwa  kita pun dilantik dalam baptisan. Baptisan adalah  saat kita dilantik menjadi anak-anak Allah, pewaris Kerajaan Allah. Ketika kita dibaptis, Roh Allah memenuhi kehidupan setiap orang yang berkomitmen mempercayakan hidup kepada Kristus dan siap melayani Tuhan dalam setiap detik kehidupan. 

REFLEKSI

Ingatlah perjalanan hidup setelah dibaptis. Apakah  polah tingkahku selalu mencerminkan kehidupan anak Allah? Apakah orang lain bisa melihat kehadiran Tuhan dalam kehidupanku?

TEKADKU

Ya Tuhan, tolong aku, supaya aku tak akan menyia-nyiakan pengakuan percaya dan baptisan yang telah ku terima. Mampukanlah aku mewujudkan jati diri sebagai anak Tuhan yang siap berjuang dan dalam karya iman, seperti lagu KJ 375: “Saya mau ikut Yesus, saya mau ikut Yesus sampai s’lama-lamanya. Meskipun saya susah, menderita dalam dunia. Saya mau ikut Yesus sampai s’lama-lamanya.”

TINDAKANKU

Aku mau membaharui komitmen hidup sebagai anak Tuhan. Misalnya dengan setia ke gereja untuk beribadah dan mengikuti berbagai kegiatan pelayanan dengan aktif.

 

 

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«