suplemenGKI.com

Jumat, 7 September 2012 

Yakobus 2:14-17

Ada saja orang yang mengaku beriman Kristen, namun hidupnya tidak mencerminkan karakter KRISTUS. Ada orang-orang yang memakai nama murid-murid KRISTUS, seperti Yohanes, Andreas, Petrus namun hidup bergelimang dalam kejahatan. Apakah mereka dapat disebut orang beriman?
Pendalaman teks Alkitab

• Ayat 14 : Mungkinkah membanggakan “punya iman” tapi tak hidup mewujudnyatakan iman?
• Ayat 15-17 : Mengapa iman harus diwujudkan dalam perbuatan?
• Apakah Saudara mengalami kesulitan mewujudkan iman dalam perbuatan?

Renungan

Yakobus mengingatkan bahwa iman tidak bisa pasif. Iman adalah kehidupan nyata: sadar dan berani melakukan kehendak TUHAN. Iman yang hidup harus mewujud dalam perilaku. Yakobus memberikan contoh : “ Jangan hanya memberi salam tanpa memberi apa yang dibutuhkan”. Ingatlah TUHAN YESUS pernah berkata dalam Matius 3:8 “dari buahnya, orang mengenal pohonnya”. Iman harus ditampakkan dalam perbuatan sebab iman tanpa perbuatan pada hakekatnya adalah mati. Sesungguhnya kita diselamatkan bukan oleh perbuatan tapi untuk perbuatan.

Iman yang menyelamatkan senantiasa merupakan iman hidup yang tidak berhenti dengan sekadar mengaku Kristus sebagai Juruselamat, tetapi juga mendorong ketaatan kepada Dia sebagai Tuhan. Demikianlah, ketaatan adalah aspek yang penting dari iman. Hanya mereka yang taat dapat percaya dan hanya mereka yang percaya dapat taat.
Perbuatan tanpa iman adalah perbuatan yang mati. Iman tanpa perbuatan adalah iman yang mati. Iman yang sejati selalu menyatakan dirinya dalam ketaatan kepada Allah dan perbuatan belas kasihan terhadap mereka yang membutuhkannya.
Saat Dave Thomas meninggal di awal tahun 2002, ia tidak hanya mewariskan ribuan restoran Wendy’s-nya, tetapi juga mewariskan pengalaman dan kerja keras yang dihargai karena nilai-nilainya yang membumi. Di antara nasihat-nasihat bijak yang ia jalani semasa hidupnya, wiraswastawan yang murah senyum ini memberi pandangan bagaimana seharusnya orang kristiani mengisi hidupnya. Thomas, yang di masa mudanya banyak dipengaruhi neneknya untuk mengenal Kristus, mengatakan bahwa umat percaya harus menjadi orang-orang kristiani yang mau “menyingsingkan lengan baju”.
Dalam bukunya yang berjudul Well Done (Bagus Sekali!), Thomas berkata, “Orang Kristiani yang mau menyingsingkan lengan bajunya adalah orang yang melihat kekristenan sebagai iman dan perbuatan. Mereka meluangkan waktu untuk berkomunikasi dengan Allah melalui doa, mempelajari Kitab Suci dengan khidmat, aktif di gereja, dan melayani sesamanya untuk mewartakan Kabar Baik.” Ia lalu menyebut mereka sebagai “orang tak dikenal yang melakukan lebih banyak kebaikan daripada semua orang kristiani termasyhur”.
Thomas tidak hanya sadar bahwa kerja keras diperlukan untuk menjalankan bisnis restorannya, tetapi juga penting untuk kehidupan rohani.
Marilah kita singsingkan lengan baju kita dan mulai bekerja. Ada banyak hal yang harus dikerjakan. Mari mewujudnyatakan iman dalam perbuatan sehari-hari.

Iman yang hidup adalah iman yang berbuat.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*