suplemenGKI.com

Kamis, 30 September 2010
Mazmur 37:3-9

Keadilan dan kebenaran selalu didambakan oleh manusia, walaupun pada kenyataannya tidaklah mudah untuk menegakkan keadialan dan kebenaran. Dengan cara apakah orang benar menegakkan keadilan dan kebenaran?
Ayat 3 : Apakah hubungan percaya kepada TUHAN dan tindakan melakukan apa yang baik, berdiam di negeri dan berlaku setia?
Ayat 4 : apakah arti “ bergembiralah karena TUHAN”?
Ayat 5-6: Apa buah yang dipetik oleh orang yang percaya kepada TUHAN?
Ayat 7-9: Apakah hubungan “ menantikan TUHAN dan kesabaran melihat kejahatan’?

Renungan:

Dalam bacaan hari ini Pemazmur mengingatkan kita apabila orang benar melakukan apa yang jahat untuk menegakkan keadilan dan kebenaran, mereka akan tergolong sebagai orang-orang jahat pula. Jadi daripada orang benar dibakar oleh api amarah dan melakukan pembalasan dengan cara yang jahat sebaiknya mereka menaruh percaya secara penuh kepada ALLAH yaitu dengan melakukan apa yang baik, diam di negeri dan berlaku setia ( ay 3).

Iman kepada ALLAH adalah suatu sikap menyerahkan hidup kepada ALLAH dan membiarkan DIA bertindak sesuai kehendak & rencana-Nya sehingga orientasi kehidupan orang benar tidak ditentukan secara reaktif oleh tingkah polah orang-orang yang berlaku jahat tetapi ditentukan oleh kepercayaannya yang kokoh bahwa ALLAH akan bertindak untuk menegakkan keadilan dan kebenaran. Orang benar tidak boleh terpancing oleh perbuatan orang yang hidup tidak benar. Sebaliknya hidup orang benar harus selalu proaktif memberi ruang dengan sikap sabar menantikan karya ALLAH yang menyelamatkan. Ayat 5-6 menyatakan: “Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya dan IA akan bertindak. Ia akan memunculkan kebenarnamu seperti terang dan hakmu seperti siang”. Iman menuntut konsistensi dipraktekkan secara konkret di tengah-tengah orang-orang yang berlaku lalim dan jahat. Tepatnya saat seorang benar mau bersikap pro-aktif dengan menunjukkan kebenaran dengan pola hidup yang lurus sebagai wujud dari sikap imannya kepada TUHAN maka ALLAH akan memunculkan kebenaran mereka seperti terang yang tidak mungkin disembunyikan atau ditutup-tutupi oleh realitas kegelapan.
Apakah keluarga Saudara adalah keluarga beriman? Keluarga beriman selalu melahirkan perbuatan dan karya-karya baik yang menjadi berkat bagi orang lain. Keluarga beriman selalu diwarnai dengan keadilan dan kebenaran yang ditegakkan. Kadang-kadang ada anggota keluarga yang berbuat tidak adil dan tidak benar. Akibatnya anggota keluarga lain dirugikan bahkan dibuat menderita. Dalam situasi seperti itu apakah yang akan Saudara lakukan? Apakah Saudara mengampuninya dan tetap berbuat baik kepadanya? Sungguh tidak mudah, sebab sakit hati, kemarahan dan kekecewaan terlanjur memenuhi hati. Seringkali ketidakharmonisan hubungan suami-istri dan antar anggota keluarga justru terjadi karena “krisis” perbuatan baik untuk orang yang justru dekat dengan kita.

Jika Saudara mengaku orang beriman dan punya komitmen membangun keluarga beriman, maka iman yang sejati selalu muncul dalam ekspresi perbuatan baik sehari-hari. Kita bisa menang menghadapi kemarahan, kekecewaan, dan sakit hati apabila memiliki iman sejati sebab orang yang beriman selalu membuka diri untuk dipimpin dan dituntun TUHAN ke jalan yang benar.


Iman dan perbuatan baik bagai dua sisi mata uang yang tak terpisahkan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*