suplemenGKI.com
Yesus Tuhan

Tuhan Yesus

Kehidupan masyarakat kita lekat dengan berbagai budaya dan tradisi. Dalam edisi ke 41, kita sudah membahas sikap orang Kristen berhadapan dengan ritus kehidupan dalam budaya dan tradisi masyarakat. Dalam edisi ke 42 ini kita akan membahas pergumulan-pergumulan orang-orang Kristen ketika berhadapan dengan kepercayaan dan pandangan masyarakat yang mempengaruhi pola hidup mereka. Apa sajakah itu? Anda tertarik untuk mengikutinya? Ambil dan Bacalah!

Tanya  : Kita menyadari bahwa dalam kehidupan sehari-hari masyarakat memiliki beberapa kepercayaan yang mempengaruhi pola kehidupan mereka. Kepercayaan tersebut berkaitan dengan TUHAN, kehidupan manusia dan dunia sekitarnya, seperti takdir, takhayul, ramalan, dan magi. Bagaimanakah pandangan Kekristenan terhadap hal itu?

Jawab : Mari kita melihat masing-masing kepercayaan itu agar kita bisa menilainya.

1. Takdir

Takdir merupakan cetak dasar manusia dari semula. Inilah garis hidup manusia yang sudah ditentukan oleh TUHAN sejak semula. Kehidupan manusia ditentukan oleh takdir atau nasib. Apa pun yang dilakukan manusia tidak akan mampu mengubah takdirnya. Manusia diumpamakan sebagai wayang yang hanya melakonkan skenario seorang dalang. Kepercayaan akan takdir ini cukup kuat berkembang di tengah masyarakat.

Tanya :  Adakah pengaruh negatif kepercayaan ini dalam kehidupan sehari-hari?

Jawab :  Ya pasti ada pengaruh yang negatif, misalnya:

a.       Kepercayaan adanya takdir membuat manusia bersikap sembrono misalnya ada orang yang tidak mau menjaga kesehatannya sebab dia mempercayai bahwa hidup dan mati orang tidak tergantung pada upaya menjaga kesehatan tapi tergantung pada takdirnya. Mereka berkata: “Bukankah kenyataan hidup sehari-hari membuktikan bahwa orang yang menjaga kesehatan pun bisa mengalami kematian sewaktu-waktu, misalnya tiba-tiba dilanda tsunami. Bukankah ini semakin meyakinkan bahwa takdir itu ada dan orang tak dapat menghindarinya?”

b.       Kepercayaan adanya takdir membuat manusia lari dari tanggungjawab. Manusia menjadi mudah melemparkan tanggungjawab kepada takdirnya apabila menemui keruwetan hidup. Contoh: Seorang suami yang ditinggalkan istrinya mengatakan : “ Sudah takdir bila pernikahanku hancur”. Padahal si istri meninggalkannya karena si suami tidak mau bekerja, hanya malas-malasan di rumah. Suami tersebut tidak menyadari bahwa selama ini ia belum mampu bertanggungjawab; ia lari dari tanggungjawab. Ini terjadi karena ia cenderung mempercayai kegagalan rumah tangganya karena takdir.

Tanya :  Bukankah iman Kristen juga mempercayai adanya TUHAN, Sang Pengusa kehidupan ini?

Jawab :  Ya, benar, tapi TUHAN tidak menggerakkan kita seperti wayang. TUHAN tidak menggerakkan kita seperti robot yang dikendalikan remote controlle. TUHAN yang kita imani memberikan kuasa kepada kita untuk menanggungjawabi hidup anugerah-Nya dengan segala daya upaya dalam kehidupan ini. Manusia diberi akal budi untuk mampu bersikap dan berupaya dalam hidup ini.

Tanya :  Apalagi kepercayaan dalam tradisi masyarakat yang mempengaruhi pola hidup sehari-hari?

Jawab :

2. Takhayul.

Takhayul adalah kepercayaan kepada benda, tempat dan persona yang dianggap memiliki daya supra natural sehingga mampu memberikan suatu berkat atau mujizat dalam kehidupan sehari-hari . Kepercayaan ini bersifat animisme/dinamisme. Kepercayaan akan takhayul cukup besar dalam masyarakat. Hal ni terlihat dari mitos-mitos yang berkembang; sikap-sikap tertentu kepada tempat-tempat keramat dan orang-orang tertentu.

3. Ramalan

Manusia masih percaya bahwa kehidupannya yang akan datang dapat dilihat dari ramalan-ramalan. Ramalan itu bisa derdasarkan hari kelahirannya, zodiaknya, shionya, dll. Ramalan bukan hanya untuk melihat hidup masa depan manusia saja tapi juga untuk meramal usahanya, rumahnya, jodoh, kesehatan, rezeki, dll.

4. Magi

Kepercayaan kepada magi (magic) mengakibatkan orang menjadi arena pertempuran antara roh hitam dan roh putih. Untuk menghindari roh hitam (jahat) manusia harus memiliki kekebalan, ilmu kanoragan atau melakukan serangkaian kurban atau upacara tertentu. Kepercayaan ini masih kuat dalam masyarakat.

Tanya :  Bagaimanakah pandangan iman Kristen terhadap kepercayaan-kepercayaan tersebut?

Jawab :  Kepercayaan-kepercayaan tersebut menandakan bahwa manusia sangat peduli pada kehidupannya namun merasa lemah dan tidak berdaya sehingga ia berpaling kepada hal-hal yang mungkin memberikan pengharapan. Kepercayaan tersebut juga menandakan keputusasaan manusia menghadapi kenyataan hidup yang serba pahit dan tidak menentu. Iman Kristen yang bersumber kepada kebangkitan KRISTUS adalah iman yang memberikan pengharapan. Memang harus diakui bahwa kehidupan di dunia ini penuh tantangan dan kepahitan namun manusia harus tetap berpengharapan dan tidak menyandarkan hidupnya kepada kepercayaan-kepercayaannya sendiri, karena kepercayaan-kepercayaan tersebut akan mengakibatkan:

a.       Manusia kehilangan harkat dan martabatnya sebagai manusia yang dikasihi ALLAH dan yang secitra dengan ALLAH.

b.       Manusia kehilangan daya kreasinya untuk menciptakan bentuk-bentuk penyelesaian atas problematika hidupnya.

c.       Manusia tidak menggantungkan hidupnya kepada TUHAN namun kepada pribadi lain.

d.       Manusia kehilangan sukacitanya karena diliputi rasa takut yang mencekam atas hidupnya yang tidak menentu.

Dengan demikian, orang-orang Kristen yang sungguh beriman dan berpengharapan di dalam TUHAN YESUS KRISTUS, mestinya tidak akan mudah mengikuti kepercayaan-kepercayaan tersebut. Kita hidup dalam kuasa TUHAN, Sang Sumber hidup yang selalu berkarya baik untuk kehidupan kita.

Tanya :  Selain kepercayaan-kepercayaan tersebut di atas, adakah pandangan hidup di tengah masyarakat modern yang juga mempengaruhi pola hidup banyak orang?

Jawab : Ya benar, pandangan hidup yang berkembang dalam masyarakat modern saat ini pun juga harus dilihat sebagai bagian dari budaya yang berkembang dalam masyarakat. Pandangan-pandangan ini mempengaruhi pola hidup banyak orang. Beberapa pandangan itu adalah:

1. Hedonisme

Hedonisme adalah paham yang mengejar kenikmatan duniawi. Hidup adalah kenikmatan, itulah pandangan dasar kaum hedonis. Mereka menghayati kehidupan sebagai kesempatan untuk menikmati segalanya dengan penuh kemudahan. Karena itu mereka hidup dalam kenikmatan sex, makanan, tempat tinggal, dll. Mereka suka hidup berhura-hura, jauh dari keprihatinan sosial.

2. Gaya hidup konsumtif

Gaya hidup ini melengkapi gaya hidup hedonis. Orang cenderung ingin membeli sesuatu bukan berdasarkan kebutuhan tapi keinginannya. Semua yang diinginkan harus dipenuhi.

3. Koruptif

Korupsi menjadi budaya yang merebak dalam masyarakat kita. Tindakan korupsi adalah tindakan penyunatan atau pengambilan sesuatu yang tidak sah atau bukan haknnya. Yang diambil bisa uang, waktu, hak orang lain, dll.

4. Materialistik

Pandangan hidup ini mengukur segala sesuatu dengan materi. Tujuan keberhasilan hidup manusia dipandang dari sudut materi, bahkan berkat TUHAN pun dilihat secara material belaka.

5. Militeristik

Inilah gaya hidup yang kaku dan diwarnai dengan kekerasan yang menekan. Paham ini cenderung otoriter. Yang memiliki kuasalah yang menentukan segala-galanya, pihak lain hanyalah sebagai pengikut dan penurut saja, tidak boleh membantah apalagi melawan.

6. Pragmatik

Inilah pola pikir yang tidak menekankan prinsip-prinsip dan nilai-nilai luhur tapi hanya mempertimbangkan alasan praktis. Akibatnya orang mudah berkompromi dan menghalalkan segala cara yang penting tujuannya tercapai. Nilai-nilai luhur manusia tereduksi hanya karena kompromi demi tujuan-tujuan tertentu. Biasanya orang yang memiliki pola pikir pragmatis tidak memiliki prinsip hidup yang kuat.

7. Fatalistik

Inilah pandangan yang melihat bahwa kehidupan di dunia ini serba suram, tak ada keindahan di dalamnya. Orang enggan berharap sebab segala sesuatu tampak suram. Pandangan ini melahirkan sikap pesimis dan keputusasaan.

Tanpa disadari pandangan-pandangan hidup itu menjadi pandu dalam perjalanan hidup banyak orang. Tanpa ada sikap kritis kepada pandangan hidup tersebut, pandangan itu akan merasuki kita.

Tanya :  Jadi bagaimanakah penilaian kita terhadap pandangan-pandangan tersebut di atas?

Jawab :  Iman Kristen mengajarkan tentang kehidupan, sebagai berikut:

a.       Hidup adalah anugerah dan berkat yang harus dihayati bersama sesama dalam persaudaraan dan cinta kasih bebas dari penindasan.

b.       Hidup bukan sekedar makan dan minum menikmati perkara jasmani saja. Hidup adalah untuk memuliakan TUHAN dengan menjaga kesucian hidup, berlaku jujur, setia dan berjuang untuk semakin hidup menyerupai kehidupan KRISTUS.

c.       Hidup adalah tanggungjawab untuk merawat dunia dan memeliharanya agar dunia ini menjadi berkat bagi semua orang, bukan untuk berhura-hura.

d.       Hidup ini indah meskipun di sana-sini ada ketidakberesan, kepedihan, luka hati tetapi hidup adalah sebuah pengharapan.

Berdasarkan keyakinan tersebut maka segala pandangan hidup di atas kita tolak. Sebagai orang Kristen kita berpandangan hidup pada iman, pengharapan dan kasih. Pandangan kristiani ini harus mewarnai seluruh aspek kehidupan kita sehingga kita tidak mudah dirasuki pandangan-pandangan hidup duniawi yang bisa merusak spiritualitas kita.

====================================

Diadaptasi dan dikembangkan dari makalah Ajaran GKI tentang Budaya dan Tradisi Yang Ada Di Tengah Masyarakat, karya  Sumartono, Edy.


“Ambil dan Bacalah” Edisi ke-42 Oktober Tahun 2010
G K I  R e s i d e n  S u d i r m a n  S u r a b a y a

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*