suplemenGKI.com

Sabtu, 8 September 2012.

Markus 7:24-30

Markus menempatkan narasi perempuan Siro Fenisia dan penyembuhan orang tuli setelah narasi kecongkakan orang Yahudi dengan adat istiadatnya dan penjelasan tentang najis dan tidak najis. Oleh Markus kesombongan ini dikontraskan dengan kerendahan hati perempuan Siro-Fenisia yang tidak sakit hati walau diibaratkan seperti anjing.

Pendalaman Teks Alkitab

• Ayat 25 : Apakah yang diinginkan perempuan Sirofenisia itu?
• Ayat 26 : Bagaimanakah sikapnya ketika memohon kepada TUHAN YESUS untuk mengusir setan dari anaknya?
• Ayat 27, 29 :Bagaimanakah tanggapan TUHAN YESUS terhadap permohonan si ibu?
• Ayat 28 : Mengapa ibu ini tetap berharap berkat dari TUHAN YESUS ?
• Ayat 30 : Apakah kuasa TUHAN YESUS berhasil menyembuhkan si anak?
• Bagaimanakan sikap Saudara dalam mengajukan permohonan kepada TUHAN?

Renungan

Dalam tradisi Yahudi, perempuan Siro Fenisia dapat dipandang sebagai wakil dunia non Yahudi (kafir) yang dipandang tidak layak menerima keselamatan ALLAH. Akan tetapi justru perempuan kafir ini masih dilayakkan menerima karya pemulihan ALLAH atas anaknya. Kesombongan orang Yahudi ini dijungkirbalikkan oleh ALLAH karena ALLAH mengasihi semua bangsa. Karya pemulihan ALLAH juga berlaku atas mereka. Tak ada bangsa yang najis di hadapan ALLAH.

YESUS berkata; “ tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak lalu melemparkannya kepada anjing.” Roti ini memang tertuju kepada Israel, Israel mendapatkan kesempatan pertama. Dan perempuan Siro Fenisia menerima ini dengan rendah hati sehingga dapat berkata ” tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak. Kata “anjing” memang suatu celaan yang bisa digunakan dalam masyarakat Yahudi untuk menyebut orang bukan Yahudi. Dalam ayat ini kata anjing diperlunak dengan mempergunakan bentuk pengecil “anjing-anjing kecil.” Yang dimaksudkan ialah anjing-anjing peliharaan dan bukan anjing-anjing jalanan yang liar. Anjing-anjing kecil ini biasa duduk di bawah meja menanti remah-remah. Si ibu mengidentifikasi dirinya sebagai anjing yang menanti remah-remah di bawah meja. Yang diminta perempuan itu hanyalah remah dari berkat-berkat yang tersedia bagi orang Yahudi. Ia menyadari di hadapan TUHAN YESUS bahwa dirinya kecil dan tidak berharga. Jawaban si ibu merupakan tanggapan iman yang penuh kerendahan hati. Iman yang rendah hati ini telah mengantarnya mendapati anaknya pulih kembali.

Apakah Saudara memiliki iman yang rendah hati? Ataukah Saudara justru dengan sombong mengajukan permohonan kepada TUHAN? Kadangkala sadar atau pun tidak, kita datang kepada TUHAN dengan sikap kurang rendah hati. Ada orang Kristen yang merasa dirinya baik dan berjasa kepada TUHAN dengan ketaatan dan pelayanan yang dilakukan sehingga menuntut TUHAN memberikan apa pun yang dikehendakinya. Kesombongan dan membanggakan diri adalah bagian dari kehidupan sehari-hari yang bisa merusak kehidupan dan iman kita.

Sebuah dongeng kuno dari Indonesia menceritakan tentang seekor kura-kura yang dapat terbang. Ia menggigit sebatang kayu yang dibawa oleh dua ekor angsa. Pada saat kura-kura itu mendengar orang-orang dari darat yang melihatnya berkata, Wah, cemerlang sekali ide angsa-angsa itu! harga dirinya sangat terluka sehingga ia berteriak, Itu ideku! Tentu saja ia jadi kehilangan pegangan. Akibatnya ia pun jatuh. Harga dirinya telah menjadi kehancuran bagi dirinya. Kisah ini mengingatkan kita agar selalu memiliki kerendahan hati.
Sesungguhnya TUHAN mencari orang-orang beriman yang mau merendahkan hati di hadapan TUHAN dan sungguh-sungguh membutuhkan TUHAN bukan menuntut TUHAN. Lihatlah kembali isi doa Saudara: masih adakah kebanggaan diri dan sikap menuntut TUHAN?

Hidup beriman dalam kerendahan hati

akan membawa kita merasakan kuasa ALLAH yang besar. 

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*