suplemenGKI.com

Minggu, 9 September2012

Markus 7:31-37

Dalam kehidupan ini, tidak semua hal yang kita lihat tampak baik adanya. Banyak peristiwa yang membuat orang justru merasa sedang berada dalam kondisi yang buruk. Apakah kehidupan yang buruk, cacat dan rusak masih bisa diperbaiki? Mari kita mendulang makna dari bacaan hari ini?
Pendalaman Teks Alkitab
• Ayat 31-35 : Apakah yang dilakukan TUHAN YESUS terhadap seorang yang tuli?
• Ayat 36 : Mengapa berita kesembuhan si tuli tidak boleh disebarluaskan?
• Ayat 37 : Apakah respon orang banyak terhadap kuasa KRISTUS yang menyembuhkan?
• Apakah Saudara merasakan dalam kehidupan saudara bahwa TUHAN menjadikan segalanya baik?

Renungan

Ketika TUHAN YESUS tiba kembali di derah Galilea, ia datang ke daerah Dekapolis. Di sana orang membawa kepada-Nya seorang yang tuli dan gagap. Orang tuli itu segera dipisahkan dari antara orang banyak agar proses penyembuhan tidak terganggu teriakan orang banyak. TUHAN YESUS menyembuhkan tanpa suara. Ia menaruh tangannya ke telinga orang itu, meludah dan meraba lidah orang itu. Pada waktu itu orang percaya kalau ludah memiliki khasiat menyembuhkan. YESUS menatap ke langit untuk menunjukkan bahwa sesungguhnya pertolongan itu datang dari ALLAH. Lalu ia mengucapkan satu kata “Efata! (terbukalah)” dan orang itu sembuh.

Orang banyak yang melihat peristiwa itu takjub dan tercengang. Ini menunjukkan rasa kagum yang luar biasa. Hal itu diekspresikan dengan kalimat “IA menjadikan segala-galanya baik!” Inilah respon iman terhadap karya KRISTUS yang menyembuhkan. Komentar iman orang banyak ini membukakan mata kita akan karya pemulihan ALLAH atas seluruh ciptaan-Nya setelah dirusak oleh dosa

Kalimat ini dapat kita bandingkan dengan kesimpulan pada penciptaan yang dilakukan ALLAH (Kejadian 1:31). Ketika YESUS datang membawa penyembuhan bagi tubuh dan keselamatan bagi jiwa, sesungguhnya IA telah memulai kembali seluruh pekerjaan penciptaan. Pada permulaannya segala sesuatu baik namun dosa telah mencemarkannya dan kini YESUS mengembalikan keindahan ALLAH pada dunia yang telah dilihat buruk oleh manusia.

Yakinkah Saudara bahwa segala yang diperbuat TUHAN dalam kehidupan ini sesungguhnya baik adanya. Karya TUHAN yang baik bukan hanya terlihat dalam karya mujizat yang spektakuler namun juga dalam peristiwa kehidupan yang seringkali kita anggap kecil dan tidak kita sadari. Bahkan di hutan rimba sekalipun, semua yang diperbuat TUHAN baik. Di hutan kita melihat bahwa permukaan tanahnya tertutup oleh bahan organik yang sebagian sudah membusuk. Lapisan itu berasal dari dedaunan dan ranting. Tetapi jika Saudara menggaruk humus tersebut, Anda akan menemukan berbagai hal kecil penting yang sedang berlangsung. Tanah itu kaya, gelap, dan tercium bau kehidupan. Tanah itu penuh tanaman-tanaman kecil, serangga, dan berbagai jamur. Di bawah bahan organik yang menutupi tanah itu sedang berlangsung suatu proses yang penting, karena dengan cara demikian Allah membangun hutan masa depan. Ia menjadikan segalanya baik. Dalam peristiwa hidup sehari-hari, karya baik TUHAN pun selalu dapat kita rasakan. Daftarkanlah apa saja karya baik TUHAN yang Saudara rasakan!
Iman yang menyadari bahwa TUHAN menjadikan segalanya baik penting untuk kita miliki agar kita selalu berpengharapan dalam tiap persoalan yang kita hadapi.
Apakah Saudara yakin bahwa TUHAN berkarya dalam hidup Saudara dan mengubah segala hal buruk yang sedang terjadi menjadi baik?

Orang beriman selalu mampu melihat TUHAN berkarya

dalam segala hal dan menjadikan segalanya baik. 

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*