suplemenGKI.com

 

Senin, 24 Februari 2014

Keluaran 24:12

Pengantar

Dalam acara perayaan hari ulang tahun sebuah gereja, ada seorang utusan yang mewakili kehadiran wali kota. Dia membacakan sambutan tertulis wali kota.  Pada saat  itu hadirin tidak melihat kehadiran walikota secara langsung namun mereka merasakan kehadiran wali kota melalui kalimat-kalimat sambutan yang dibacakan.  Dalam hidup beriman, kita juga tidak bisa melihat TUHAN secara langsung namun TUHAN bisa kita rasakan hadir di dekat kita melalui Firman, hukum dan perintahNya.

 

Pemahaman

  • Untuk apakah TUHAN meminta Musa menghadap TUHAN di gunung Sinai?
  • Apakah yang TUHAN inginkan untuk Musa lakukan setelah itu?

 

Keluaran 24 :12-18 merupakan lanjutan dari kisah pengikatan perjanjian antara TUHAN dengan umat Israel. Setelah umat Israel  tiba di padang gurun Sinai dan berkemah di depan gunung Sinai, TUHAN menyatakan isi hatinya kepada umat Israel melalui Musa. Umat Israel  diminta taat dan setia kepada TUHAN dan TUHAN pun menjadikan mereka sebagai umatNya. Melalui Musa, TUHAN memberikan Dasa Titah dan berbagai peraturan. Segala Firman TUHAN itu diberitakan kepada umat Israel dan umat pun diminta tanggapannya. Dalam pasal 24:3, umat menjawab: “Segala Firman yang telah diucapkan TUHAN itu, akan kami lakukan”. Kemudian Musa mengatur dan memimpin upacara pengikatan perjanjian (24: 4-8).

 

Dalam bacaan ini Musa diperintahkan untuk menghadap ALLAH di gunung Sinai. Dia, Sang Maha Mulia berkenan mendekati manusia. Dalam lingkup kemuliaan TUHAN, Musa dipersiapkan untuk menerima hukum dan perintah TUHAN.

 

Sesungguhnya hukum dan perintah TUHAN menjadi wujud kehadiran TUHAN yang ingin mendekati umat. Melalui hukum dan perintah-Nya, TUHAN memberikan arah dan tuntunan kepada umat agar mereka dapat hidup baik dan benar dalam berelasi dengan TUHAN dan sesama. Memang umat tak dapat melihat kehadiran TUHAN secara langsung namun melalui hukum dan perintah TUHAN, mereka dapat merasakan kehadiran TUHAN dalam kehidupan sehari –hari.

 

Refleksi

Berdiam dirilah sejenak dalam keheningan. Arahkan pandangan dan konsentrasikan pikiran pada Alkitab. Apakah selama ini Saudara memandang perintah TUHAN dalam Alkitab sekedar sebagai kumpulan peraturan ataukah Saudara menghayatinya sebagai wujud kehadiran TUHAN yang mendekati umatNya? Memandang perintah TUHAN dalam Alkitab sebagai kumpulan peraturan, hanya  akan memberikan beban berat. Sebaliknya memandang  perintah TUHAN  sebagai wujud kehadiran-Nya yang mendekat, akan membuat kita mensyukurinya dan dengan sukacita melakukannya.

 

Tekadku

Ya TUHAN, tolonglah:

  • agar aku  mampu merasakan wujud kehadiran-Mu dalam perintah dan hukum yang Engkau berikan.
  •  agar aku menyambut setiap perintah dan hukumMu dengan penuh sukacita  serta bersemangat melakukannya.

 

Tindakanku

Mulai hari ini aku akan bersemangat mempelajari perintah dan hukum TUHAN dan mengajarkannya kepada orang lain agar semakin banyak orang yang merasakan kehadiran tuntunan TUHAN.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*