suplemenGKI.com

Sabtu, 27 Maret 2010

Filipi 2:5-11

Filipi 2:5-11 biasa disebut nyanyian Kristus. Dalam ayat-ayat sebelumnya Paulus menasihatkan anggota jemaat Filipi agar tidak angkuh dan hanya mencari kepentingan sendiri. Sebaliknya supaya mereka merendahkan diri dan saling melayani dalam kasih. Itulah tugas panggilan mereka. Untuk tugas panggilan itulah KRISTUS telah memilih dan mempersekutukan mereka dalam jemaat-Nya. Mereka harus menjalani hidup melayani dengan berpolakan pada kehidupan pelayanan KRISTUS.
Ayat 5-8 : Bagaimanakah teladan pelayanan KRISTUS?
Apa saja yang perlu kita contoh dari KRISTUS untuk kita lakukan dalam kehidupan pelayanan sehari-hari?
Ayat 9-11 : Apakah penghargaan yang diberikan kepada KRISTUS atas kehidupan pelayanannya?

Renungan:
Untuk menjelaskan pola hidup pelayanan KRISTUS, Paulus menggunakan suatu himne (nyanyian KRISTUS) yang berisikan gambaran hidup pelayanan YESUS. Penjelasan itu didahului dengan kalimat yang mengajak anggota jemaat Filipi untuk memandang KRISTUS dan hidup serupa dengan DIA: “ Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat dalam KRISTUS YESUS” .
Seperti apakah pola hidup pelayanan KRISTUS yang perlu kita teladani?
Yang pertama: hidup sebagai seorang hamba yang merendahkan hati dan mengosongkan diri. KRISTUS tidak mempertahankan kedudukan-Nya yang serupa dengan ALLAH, penuh kebesaran dan kemuliaan. Ia tidak memakai kebesaran dan kemuliaan-Nya itu untuk kepentingan-Nya sendiri. Hal ini tentunya berbeda dengan sikap anggota jemaat Filipi yang hanya mementingkan diri sendiri dan mencari puji-pujian yang sia-sia ( ayat 3,4). KRISTUS justru mengosongkan diriNya sendiri dan mengambil rupa seorang hamba dan menjadi sama dengan manusia. IA sengaja meninggalkan kejayaan dan kedudukan terhormat untuk mengambil tempat yang terendah, lebih rendah dari manusia biasa. Hanya dengan cara itu Ia bisa sungguh-sungguh menyentuh dan masuk dalam kehidupan manusia untuk melayani manusia. Dengan demikian kehidupan hamba yang diteladankan KRISTUS adalah pola pelayanan yang tidak mencari kejayaan dan kemuliaan, tidak mengejar kekuasaan dan jabatan, tidak mencari kepentingan sendiri tapi rela berkorban demi melayani dan menyelamatkan orang lain.
Yang kedua: merendahkan diri dan hidup dalam ketaatan untuk melakukan kehendak BAPA; setia sampai mati. Inilah ketaatan yang mutlak kepada kehendak BAPA. Taat sampai mati di kayu salib menunjukkan komitmen YESUS yang sungguh-sungguh berani berada di tingkat yang paing rendah.
Kualitas unggul pelayanan KRISTUS terungkan dalam kesediaan mengosongkan diri, merendahkan diri dan taat sampai mati. Oleh karena itulah DIA justru ditinggikan dan dimuliakan, kepada-Nya dikaruniakan nama di atas segala nama dan segala makhluk bertekuk lutut menyembah dan memulikan DIA.
Apakah Saudara telah hidup melayani seperti KRISTUS melayani manusia? Hidup melayani selalu berarti merendahkan diri dan tidak mencari keuntungan diri sendiri tapi siap berkorban sampai mati. Seorang pelayan Kristen menjalani hidup menyerupai pelayanan KRISTUS. Alangkah indahnya kalau anggota jemaat hidup bersama dengan saling melayani.

Seorang pelayan sejati selalu hidup merendah.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*