suplemenGKI.com

Jumat, 11 Februari 2011
Matius 5: 21-26


Saat Tuhan Yesus mengajar tentang hukum Taurat, Ia mengatakan bahwa: “Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.” Orang Farisi dan ahli Taurat adalah orang-orang yang taat pada Taurat, khususnya yang tercantum dalam 10 perintah Tuhan. Oleh sebab itu, Tuhan Yesus kemudian menjelaskan bagaimana seharusnya mematuhi hukum Taurat dengan lebih baik.

Ayat 21-22 : Hukum apa yang diangkat oleh Tuhan Yesus dalam ayat 21?
Ayat 23-24 : Bagaimana memberikan persembahan yang benar di hadapan Tuhan ?
Ayat 25-26 : Mengapa harus berdamai dengan sesama ?
Renungan :


Tuhan Yesus mengungkapkan ada hukum yang mengatakan : “Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum.” Faktanya ada banyak orang yang tidak membunuh, tetapi mereka tetap tidak mengasihi orang lain. Mereka menyakiti orang lain dan menindasnya. Dan Tuhan tidak menghendaki yang demikian. Oleh sebab itu, kemudian Tuhan memberikan contoh konkret dalam hidup sehari-hari.
Pertama, Tuhan mengatakan, jika ada orang yang marah dengan saudaranya ia harus mendapat hukuman. Kemarahan dapat menimbulkan hal-hal lain yang jahat, bahkan akhirnya dapat menyebabkan pembunuhan. Karena itu Tuhan tidak ingin kita melakukannya. Kedua, Tuhan menjelaskan tentang memberikan persembahan dengan benar. Jika seseorang marah dengan Saudaranya maka ia harus berdamai dahulu dengan Saudaranya itu sebelum memberikan persembahan kepada Tuhan. Mengapa harus berdamai terleih dahulu? Sebab orang yang menyimpan kemarahan atau dendam, memiliki hati yang busuk, dan Tuhan tidak berkenan kepada mereka. Tuhan tidak menghendaki adanya orang-orang yang munafik, yang memberikan persembahan, tetapi hatinya penuh dengan kedengkian. Tuhan menghendaki orang yang tulus dan bersih seutuhnya : hati, pikiran, dan perbuatan sama baiknya. Ketiga, jika seseorang sedang berseteru, maka ia harus segera berdamai.
Dari ketiga contoh yang diberikan oleh Tuhan Yesus, Tuhan Yesus hendak mengangkat tentang relasi antara manusia dengan sesama dan Tuhan, relasi yang diwarnai dengan kasih. Relasi yang baik tidak seharusnya diwarnai dengan amarah, perkataan buruk, dendam, dan perbuatan negatif yang lainnya. Jika terjadi demikian, maka hidup manusia akan dipenuhi dengan dosa. Ia akan menyakiti orang lain dan juga dirinya sendiri, terutama Tuhan. Tuhan menghendaki supaya manusia tetap hidup kudus di hadapan-Nya dan saat ia menunjukkan rasa syukurnya, ia juga memberikannya dengan hati yang kudus.
Hidup yang dikehendaki Tuhan adalah hidup yang diwarnai dengan kasih, sebab Tuhan juga penuh kasih. Perbuatan yang negatif dan jahat merupakan tindakan yang tidak menunjukkan kasih. Tuhan menghendaki supaya kita mengasihi sesama kita. Dengan demikian, kita akan menyenangkan hati Tuhan. Relasi yang baik dengan sesama menjadi suatu tanda bahwa kita juga memiliki relasi yang baik dengan Tuhan. Jika kita melakukan apa yang dikehendaki oleh Tuhan, maka kita akan menyenangkan hati Tuhan. Dan marilah kita jalani kehidupan yang harmonis bersama Tuhan dan sesama.

Tuhan mengasihi orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

2 Comments for this entry

  • setyobudi says:

    Terima kasih atas renungan saat teduh hsri ini, semoga selalu dapat mewarnai kehidupan sehari-hari bagi kami sekeluarga. Terlebih kehidupan berbangsa dan bernegara semoga kehidupan kita org percaya dapat mewarnai kehidupan berbangsa dan bernegara yang berdamai kepada Tuhan dan sesama

  • naning says:

    Puji TUHAN. Mari kita semua berjuang membangun hidup bersama dalam cinta kasih dan keharmonisan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*