suplemenGKI.com

Kejadian 29:15-28
Bacaan kita hari ini, Kejadian 29:15-28, menceritakan perjuangan Yakub membangun keluarganya; sebuah perjuangan yang panjang dan berliku-liku. Yakub jatuh cinta kepada Rachel, anak bungsu Laban, dan demi memperistri Rachel, Yakub rela bekerja kepada Laban selama tujuh tahun (ay.18).Namun, setelah Yakub melewati masa tujuh tahun itu, Laban menipu Yakub.Anaknya perempuan yang diberikan kepada Yakub bukanlah si bungsu Rachel, melainkan si sulung Lea (ay. 23-26).Untuk mendapatkan Rachel, Laban menyuruh Yakub bekerja kepadanya selama tujuh tahun lagi (ay. 27).Yakubmenyanggupinya hingga akhirnya ia memperoleh Rachel sebagai istrinya (ay. 28). Menjadi korban tipu muslihat Laban, tentu merupakan pengalaman pahit bagi Yakub.Namun, ini semua tidak menghalangi terlaksananya rencana Allah bagi Yakub.Justru sebaliknya, Allah memakai semua itu untuk menggenapi rencana-Nya bagi Yakub.Bersama Lea dan Rachel dan budak-budak mereka, Zilpa dan Bilha, Yakub pun membangun keluarga sendiri. Dari perempuan-perempuan inilah Yakub memperoleh keturunan yang kelak akan menjadi dua belas suku Israel.
Apa arti perjuangan Yakub bagi kita? Kita akan lebih memahami arti perjuangan Yakub ini bagi kita apabila kita menempatkannya dalam kerangka yang lebih besar, yaitu ikatan perjanjian Allah dengan Abraham yang dicatat dalam Kejadian 15:1-21. Kepada Abraham, Allah berjanji akanmemberinya keturunan yang banyaknya seperti bintang-bintang di langit (ay. 5), dan akan memberikan negeri tempat di mana ia berada pada saat itu, yang meliputi wilayah yang sangat luas, kepada keturunannya (ay. 18-21). Yakub adalah cucu Abraham melalui Ishak, anak tunggalnya.Yakub mewarisi hak kesulungandari ayahnya, Ishak (Kej. 27: 1 dst.). Dari perjalanan hidup para tokoh tiga generasi ini – Abraham, Ishak, dan Yakub – kita dapat melihat bahwa Allah setia menggenapi perjanjian-Nya dengan mereka.Namun, di lain pihak, kita juga melihat bahwa perjalanan hidup mereka tidak selalu mulus.Ancaman bahaya dan tipu muslihat menjadi bagian dari perjalanan yang harus mereka tempuh.Perjuangan panjang dan berliku-liku semacam inilah yang acapkali juga menjadi bagian yang harus ditempuh oleh orang-orang yang hidup dalam perjanjian-Nya.Sanggupkah kita melewatinya?
Pada dasanya, kita tidak meragukan kesetiaan Allah kepada umat-Nya.Kita juga tidak punya alasan untuk meragukan kemampuan Allah menggenapi janji-Nya dan melaksanakan rencana-Nya dalam kehidupan kita. Namun, perjalanan yang panjang dan berliku-liku sering membuat kita ragu-ragu mengenai apa yang sedang Allah kerjakan dalam hidup kita. Kita menjadi ragu karena kita tidak selalu dapat melihat dengan jelas apa yang ada di hadapan kita. Kita sulit menerima situasi yang buruk yang sekarang terjadi pada kita karena kita tidak tahu apa yang Allah sediakan bagi kita setelah semua itu berlalu. Ketika pandangan kita terbatas seperti itu, hanya satu hal yang dapat kita lakukan: percaya sepenuhnya kepada-Nya.
Pada suatu malam, terjadi kebakaran hebat yang melanda sebuah rumah.Di atap rumah tersebut, nampak seorang bocah yang harus segera melompat dari atap rumah untuk menyelamatkan dirinya.Di bagian bawah, ada sang ayah yang berdiri dengan merentangkan dua lengannya, memanggil-manggilanaknya, “Ayo, nak, lompat! Lompat,nak! Ayah akan menangkapmu.”Namun, anak itu tidak segera melompat.Mengapa? Meskipun mendengar suara ayahnya, ia tidak dapat melihat sang ayah. Apa yang ada di hadapannyahanyalah nyala api dan asap yang pekat. Sang ayah pun terus berteriak, ”Lompatlah, nak! Ayah akan menangkapmu.” Dengan ketakutan, sang anak berkata, “Ayah, aku tidak berani melompat karena aku tidak dapat melihatmu.” Sang ayah pun menjawab, “Ya,nak, aku tahu kamu tidak dapat melihat Ayah. Tapi, Ayah bisamelihatmu dengan jelas.”
Ada banyak hal yang dapat menghalangi pandangan Anda sehingga sulit bagi Anda untuk melihat Allah yang tetap setia menyertai Anda. Namun, tidak ada hal apa pun yang dapat menghalangi Allah untuk tetap mengarahkan pandangan-Nya terhadap Anda. (TW)

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*